Waspada
Waspada » Setelah Kompetisi 2020 Bubar
Olahraga

Setelah Kompetisi 2020 Bubar

Kolom Olahraga Eddi Elison

AKHIRNYA  salah satu dari empat peringatan yang disampaikan Ketua Umum PSMS Kodrat Shah, dipenuhi oleh Pengurus PSSI yakni Kompetisi Liga 1 dan 2 tahun 2020 dibubarkan tanpa adanya juara.

Sedangkan 3 peringatan lainnya yakni masing-masing pengurus segera punya job description yang jelas; Belum sempurnanya susunan pengurus, karena masih ada yang belum terisi; Jabatan Plt Sekjen segera diisi oleh Sekjen yang murni, tidak perlu menunggu setahun.

Tampaknya ketiga peringatan yang belum terpenuhi itu baru bisa diatasi oleh Pengurus PSSI, pada saat Kongres Tahunan seperti disampaikan Plt Sekjen Yunus Nusi pada penulis, baru akan dilaksanakan 28 Februari 2021.

Tentang kapan Kompetisi Liga 1 dan 2 akan dilaksanakan, Plt Sekjen tersebut menyatakan diprogramkan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 yang jatuh pada 12-13 Mei 2021. Saat ini PSSI sedang menunggu penyusunan jadwal dilakukan PT Liga Indonesia Baru.

Dari apa yang disampaikan Yunus Nusi, jelas bahwa kompetisi masih sekira 4 bulan lagi baru akan dilaksanakan. Berarti semua klub Liga 1 dan 2 dipastikan masih terus mengalami penggarukan terhadap uang kas perusahaan.

Bahkan klub yang sempat mengontrak pemain akan lebih parah lagi, karena wajib membayar kontrakan pemain atau pelatihnya.

Menjadi pertanyaan di saat-saat vakum ini, apa yang seharusnya dikerjakan Pengurus PSSI? Jangan ada kesan, bahwa selama terjadinya “corona war” yang dilakanakan pemerintah, sekian banyak pengurus PSSI jadi “pegangguran”, termasuk 15 anggota Exco yang tetap terima gaji/honor.

Agaknya pantas jika Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Pur) Mochamd Irawan (Iwan Bule), menyampaikan kepada masyarakat luas tentang kelanjutan program pembangunan Kantor PSSI, mengingat pada waktu menjelang KLB lebih setahun lalu, dalam kampanyenya untuk memikat para voters, Pak Iwan telah mencanangkan kesiapannya membangun markas PSSI.

Bahkan disebutnya bahwa ia sudah menyiapkan lahannya di Karawang. Kenapa setelah terpilih sebagai Ketum, soal pembangunan markas PSSI itu, tak ada kabarnya lagi?

Masalah lain yang sebenarnya bisa dikerjakan Pengurus PSSI dalam waktu “jeda kegiatan” ini, adalah memperjuangkan Ketua/Pendiri PSSI Ir Soeratin Sosrosoegondo agar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

PSSI di era Nurdin Halid dan Johan Arifin Husin telah melakukannya yang dapat dukungan penuh dari Menpora Andi Malarangeng dan Roy Suryo, menyambut partisipasi penuh Gubernur DIY Hamengku Buwono X dan para sejarah, bahkan data tentang Soeratin sudah masuk ke Kementerian Sosial, namun dari instansi pemerintah tersebut tak pernah berkabar apapun kepada PSSI.

Sudah waktunya Kepengurusan Iwan Bule melanjutkan perjuangan kedua pengurus terdahulu, karena Soeratin memenuhi semua persyaratan yang diterbitkan oleh Kemensos. Ingatlah, sudah ratusan Pahlawan Nasional yang dilahirkan oleh pemerintah, tapi belum ada satupun Pahlawan Nasional yang berasal dari bidang olahraga, apalagi sepakbola.

Padahal dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan, peran olahraga tidak jauh berbeda dengan para pejuang yang mengangkat senjata.

Jika sulit untuk mendapatkan “nama besar” dari sudut keberhasilan Tim Nasional, Komjen Pol Mochamad Irawan akan tercatat dalam sejarah sebagai Ketum PSSI yang berhasil membangun Markas PSSI dan mengangkat Soeratin Sosrosoegondo sebagai Pahlawan Nasional.

Berusahalah Pak Iwan! Camkan apa yang dikatakan Sir Winston Churchill: “Sukses dalam berkarya terbuat dari kesalahan demi kesalahan, tanpa kehilangan semanngat.”#

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2