Waspada
Waspada » Sekjen PSSI Mesti Maksimal, Bertanggungjawab
Olahraga

Sekjen PSSI Mesti Maksimal, Bertanggungjawab

Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Pasca-mundurnya Ratu Tisha dari Sekjend PSSI, memunculkan sejumlah nama untuk menggantikannya. Hal ini pun mendapat sorotan sejumlah pihak di antaranya Ketua Umum Medan Soccer, Drs H A’zam Nasution MAP (foto).

Dirinya menilai Sekjen PSSI harus mampu menjalankan organisasi secara maksimal dan bertanggungjawab. Maksimal di sini artinya kalau bisa 24 jam mengurus PSSI. Untuk apa? Tentu agar PSSI bisa menorehkan prestasi.

“Makanya kalau bisa prialah yang menempati posisi itu. Bukan apa-apa, kalau wanita inikan terkadang mudah capek dan lelah, jadi takutnya tak maksimal mengurus PSSI,” tegas mantan Sekum PSMS ini, Senin (20/4).

Dirinya pun menilai jika Ratu Tisha mencatatkan sejumlah program yang tidak berjalan maksimal ketika menjadi Sekjen PSSI. Terutama menyangkut kompetisi di usia muda yang merupakan cikal bakal untuk keberlanjutan program pembinaan usia muda.

“Harus diakui jika menjadi Sekjen PSSI itu tidaklah mudah. Karena bisa dibilang dialah yang mengurusi dapurnya organisasi. Ini terbuktikan akhir-akhir sebelum dia mundur, cukup banyak kritikan yang masuk,” tuturnya.

“Secara teori mungkin dia tahu tentang sepakbola. Namun memahami bagaimana sepakbola itu bagian dari kehidupan dia belum dapat,” tambahnya.

A’zam berharap ke depan kompetisi mengacu pada regulasi yang ada. “Kenapa? Karena sejauh ini banyak regulasi yang berubah terkait kompetisi. Bisa dalam satu musim kompetisi sebuah klub tiga hingga empat kali menjadi tuan rumah. Padahal dalam regulasi itu tidak ada. Itu makanya diperlukan konsistensi dalam regulasi,” ujarnya.

Namun di sisi lain, A’zam menilai Ratu Tisha cukup berhasil di beberapa aspek seperti memaksimalkan sponsorship. “Tapi bukan itu saja, saya berharap kompetisi usia muda itu lebih dioptimalkan. Contoh kalau dulu lahir pemain junior yang berprestasi seperti Ricky Yakobi dan kemudian saat bermain di junior juga sukses,” katanya.

“Keberhasilan mendapatkan para pemain bertalenta itu, tidak terlepas dari keberhasilan mengemas kompetisi junior yang baik seperti Piala Soeratin. Itu luar biasa, PSMS juga prestasinya bagus selama mengikuti Piala Soeratin kala itu,” tambahnya.

Dirinya juga berharap kalau bisa nantinya yang menjadi Sekjen PSSI juga memang orang sepakbola, di antaranya pemain. “Saya rasa Yeyen Tumena cukup berpengalaman dalam hal ini. Tidak boleh dipungkiri yang tahu sepakbola ya memang orang bola,” katanya.

A’zam juga menyayangkan kemunduran Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI yang tanpa alasan. Kalau memang sudah merasa tidak mampu bilang, jangan seperti ini. “Ini menunjukkan jika dia tidak bertanggungjawab atas jabatannya itu,” tukasnya.

Seperti diketahui, untuk sementara PSSI telah menunjuk Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yunus Nusi, menjabat pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PSSI.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyebut penunjukan itu telah disetujui dalam rapat Exco dan berlaku per Senin (1/4). Menurut Iriawan, Yunus akan menjadi Plt Sekjen hingga terpilihnya Sekjen yang definitif. (cat)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2