Sapi Kaki Tiga

  • Bagikan

DEN Uwo; salah satu pengurus olahraga dusun Alang Bobal akan mengakhiri masa lajangnya yang panjang.

Penantian demi penantian ke purnama ke bulan purnama berikutnya, hari raya ke hari raya, hari Senin ke Senin terus berputar, diisinya dengan kebetahan di ruang fitnes, gym, sampai jogging di lintasan atletik. Meski hobby makan kerupuk tapi Den Uwo kian doyan melahap dada ayam kampung.

Sejak siang rombongan dipimpin Alang Bobal yang menumpang sampan Bang Widuran ketua cabor tiga lomba ramai di tangkahan. Den Uwo menumpang sampan yang dinakhodai Juragan Johan didampingi guru Agus.

Tujuan ke tangkahan dusun di mana kembang idaman akan dipersunting Den Uwo dan harus melewati enam dusun di garis pantai. Pihak perempuan sudah menetapkan jadwal makan malam pukul delapan dilanjutkan dengan pinangan dan tunangan sampai menetapkan hari pernikahan. Kesepakatan ini guna mensiasati musim pasang rob di mana gelombang air laut melawati pantai sampai ke daratan sehingga menyulitkan transportasi sampan.

Oleh karena pasang rob lah rombongan Den Uwo baru berhasil naik tangga beranda rumah gadis idaman pukul sepuluh malam, pihak perempuan tetap tersenyum menyambut suka cita lajang senior Den Uwo yang berbadan tinggi tegap dan rombongannya lalu mempersilahkan melahap hidangan ayam kampung gulai, daging sapi rendang, tauco buncis dan berbagai rencah, sambal terasi, aneka buah dan hidangan pencuci mulut.

Tak pelak Alang Bobal pun lahap selain karena hidangan lezat goyangan gelombang pasang rob membuat lambungnya keroncongan. “Udah balek ka rumahnyo nan mamasak ayam nih?”tanya Alang Bobal ke salah satu ahli bait.

“Yang tugas memasak di rumah ini pak. Keluarga di rumah ini,”jawab ahli bait menunjuk ke arah dalam rumah. “Kenapa rupanya pak? Ada apa ya pak?” sambungnya.

“Ah tak mengapo, hanyo ingin batanyo apo boleh tamboh nasi, ayam nyo jugo dan sambal?” Tukas Alang Bobal perlahan.

“Oh silahkan pak, ini memang untuk dihabiskan oleh tamu terhormat kami malam ini,” jawab ahli bait tertawa lebar merespon canda Alang Bobal. Kedua belah pihak tertawa bahagia.

Alang Bobal santai mengisi lagi piringnya setelah trip pertama ludes dilahap. Hal yang sama diikuti Juragan Johan, guru Agus, Ki Selo, Bang Widuran. Kelakar pun bertebaran menambah semarak di rumah berbahagia ini. Keterlambatan Den Uwo dan rombongan tiba tidak menjadi masalah, lenyap ditelan canda tawa.

Tepat pukul sebelas acara dimulai beberapa menit setelah Incek Ayes ketua olahraga dusun Alang Bobal tiba dikawal seorang para normal. Alang Bobal tanpa bertele tele menyampaikan hajat menyambung ucapan selamat datang dari ahli bait lewat juru bicara Ki Jumaree.

Layaknya acara meminang, Alang Bobal dan Ki Jumaree pun larut dalam perdebatan dengan kalimat bersayap, kias, perumpamaan, hiperbol dan kalimat bijak.

“Kira kira kami ini sebagai ahli bait berapalah dibantu pihak Den Uwo untuk melaksanakan hajat akbar di hari pernikahan nanti?” Tanya Ki Jumaree dengan nada bicara tertata rapi.

“Oh, kami baniat mananggung samuo biaya pelaksanaan hajatan parnikahan Den Uwo dongan gadis idamannyo di rumah batuah ini, tapi karono kamari jauh malewati onam dusun kayuh bakayuh, mako kami siapkan dano bertahto ikhlas…,” jawab Alang Bobal mantap lalu menyebutkan angka dalam rupiah.

Angka ini disepakati ahli bait lewat perembukan sejenak. “Kami setuju. Tapi andai uang belanja ini kurang apakah ada bantuan?” ujar Ki Jumaree.

“Kolok kurang, pande pandelah kamu balanjo. Tak usah boli sapi bakaki ompat, cari sapi bakaki tigo,” jawab Alang taktis meledakkan ruangan oleh tawa kedua belah pihak.

Singkat kisah sebulan kemudian, ramailah insan olahraga dusun Alang Bobal mengkayuh sampan ke dusun gadis qidaman Den Uwo.

“Samoga sakinnah mawaddah warrahmah ya Den, satolah barumahtanggo ondaknyo makin giat barolahrago dan mangurus olahrago,” Alang Bobal memberi nasehat dan doa saat melepas rombongan Den Uwo dipimpin Ajo Pandi dan Bang Widuran.

Alang Bobal tak ikut oleh karena kesibuka  persiapan sebagai tuan rumah pesta olahraga di dusun ini dan hajatan pertandingan persahabatan sepakbola antara mantan pemain klub kesohor Kedan Jaya dengan tim dusun Alang Bobal.

“Semangat yo Den. Sabulan nih pore lah dulu fitnes yo. Fokus mangawali rumah tanggo, udah capek baya ko ini malajang panjang,” tambah Alang Bobal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *