Waspada
Waspada » Saka Sesali Platform Medsos
Olahraga

Saka Sesali Platform Medsos

Football London

LONDON (Waspada): Winger Inggris Bukayo Saka (foto) menyesali platform media sosial, karena belum serius mencegah terjadinya pelecehan rasial secara daring.

Kepada platform medsos Instagram, Twitter dan Facebook, dia pun meminta jangan lagi memuat konten pelecehan ras seperti yang telah menimpanya bersama Marcus Rashford dan Jadon Sancho.

“Saya tahu langsung kebencian semacam ini akan saya terima. Kenyataan menyedihkan bahwa platform kuat kalian tidak melakukan hal yang cukup untuk mencegah pesan semacam itu,” cuit Saka, seperti dikutip dari Twitter, Jumat (16/7).

Bintang muda Arsenal berumur 19 tahun itu menegaskan, tidak ada tempat untuk rasisme ataupun kebencian dalam bentuk apa pun di sepakbola maupun sendi-sendi kehidupan masyarakat lainya.

“Cinta kasih akan selalu menang. Bagi sebagian besar orang yang bersatu melawan pesan semacam itu dengan mengambil tindakan serta melaporkannya kepada polisi dan mengusir kebencian antar sesama, kita akan menang,” tegas Saka.

Saka bersama Sancho dan Rashford, menjadi korban pelecehan rasisme pasca kegagalan mereka membobol gawang Italia dalam drama 12 pas pada laga final Euro 2020 di Stadion Wembley, London, 11 Juli lalu. Akibat kegagalan mereka, Inggris akhirnya menyerah di kandang sendiri dari Gli Azzurri dengan skor 2-3 (1-1).

“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa kecewanya saya atas hasil dan tendangan penalti saya. Saya percaya seharusnya kami memenangkan ini untuk kalian semua,” kata Saka.

“Saya meminta maaf tidak bisa membawa pulang trofi ini untuk kalian. Tetapi saya berjanji akan memberikan segenap kemampuan demi memastikan generasi ini tahu apa rasanya jadi juara,” tambahnya.

Dua raksasa medsos Amerika Serikat, Twitter dan Instagram yang dimiliki Facebook, sebelumnya ikut mengecam kasus tersebut.

“Pelecehan rasis menjijikkan yang diarahkan pada pemain Inggris sama sekali tidak memiliki tempat di Twitter. Lewat gabungan otomatisasi berbasis machine learning dan tinjauan oleh manusia, kami segera menghapus lebih dari 1.000 cuitan,” ujar juru bicara layanan pesan singkat yang berbasis di San Francisco itu.

“Juga secara permanen membekukan sejumlah akun karena melanggar aturan kami, sebagian besar di antaranya kami deteksi sendiri secara proaktif dengan memanfaatkan teknologi,” klaim sang jubir.

Sedangkan Facebook mengaku seketika menghapus komentar dan akun yang menyasar pelecehan kepada pemain Inggris. Facebook pun akan terus mengambil tindakan terhadap mereka yang melanggar aturan mereka. (m08/twt)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2