Rusia Merasa Berhak Menggelar Euro 2028

  • Bagikan
WSJ

NYON, Swiss (Waspada): Badan Sepakbola Eropa (UEFA) sudah mendapatkan peminat tuan rumah Piala Eropa atau Euro 2028 dari Inggris dan Irlandia, serta Rusia dan Turki.

Rusia yang sedang kena skorsing UEFA dan Badan Sepakbola Dunia (FIFA) serta Turki juga mengungkapkan minat menjadi tuan rumah Euro 2032, bersaing dengan Italia.

Negeri Beruang Merah pimpinan Presiden Vladimir Putin (foto) itu sudah menggelar Piala Dunia 2018. Uni Sepakbola Rusia (RFU) merasa berhak menggelar Euro 2028, kendati sedang kena sanksi akibat menginvasi Ukraina.

“Kami harus mengambil kesempatan untuk menjadi tuan rumah Euro. Turnamen itu akan diadakan di stadion Piala Dunia kami. Kami telah membangun infrastruktur,” papar Presiden RFU Alexander Dyukov.

“Kami memahami punya peluang kecil, tetapi kami harus memanfaatkannya. Kami berhak mengajukan penawaran, opsi ini bebas,” ucap Dyukov, seperti dikutip dari Match TV, Kamis (24/3).

Rusia sepertinya sangat memenuhi persyaratan minimum memiliki 10 stadion yang siap pakai. Termasuk salah satu stadion memiliki kapasitas paling sedikit 60.000 penonton dan dua stadion berkapasitas paling sedikit 50.000 kursi.

Namun pekan lalu Stadion Luzhniki di Moskow yang menjadi tuan rumah final Rusia 2018 antara Prancis dengan Argentina, telah digunakan untuk rapat umum oleh Presiden Putin.

Daftar calon tuan rumah akan diumumkan April mendatang oleh UEFA. Sedangkan kepastian tuan rumah Euro 2028 serta 2032 akan diumumkan  setelah melalui proses bidding pada September 2023. Untuk Euro 2024 akan bergulir di Jerman.

RFU sendiri sudah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terhadap keputusan FIFA dan UEFA yang melarang Timnas Rusia mengikuti kompetisi internasional.

FIFA dan UEFA kompak melarang sementara klub-klub dan tim nasional Rusia mengikuti kompetisi-kompetisi internasional menyusul invasi mereka ke Ukraina.

Menurut The Guardian, Rusia bisa menghadapi sanksi olahraga lebih berat yang akan dijatuhkan UEFA jika mengajukan tawaran resmi menjadi tuan rumah Piala Eropa.

“Komite Eksekutif UEFA akan tetap siaga menaksir kembali situasi hukum dan faktual yang berkembang,” kata UEFA.

“Juga mengambil keputusan lebih jauh yang diperlukan, termasuk sehubungan dengan pernyataan minat yang disampaikan Uni Sepakbola Rusia untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa,” tambah pernyataan itu.

Sejatinya Timnas Rusia akan melakoni semifinal laga play-off Pra Piala Dunia 2022 Zona Eropa menghadapi Polandia, namun akhirnya FIFA mencoret keikutsertaan mereka.

FIFA awalnya menyatakan bahwa Rusia akan dapat terus bermain di bawah nama ‘Uni Sepakbola ‘, tetapi tanpa bendera atau lagu kebangsaan Rusia. Belakangan FIFA merilis pernyataan bersama dengan UEFA, intinya melarang timnas dan klub-klub Rusia tampil di semua kompetisi internasional.

“Keputusan ini diadopsi hari ini oleh Biro Dewan FIFA dan Komite Eksekutif UEFA, masing-masing badan pembuat keputusan tertinggi dari kedua institusi mengenai masalah mendesak tersebut,” bunyi pernyataan bersama itu.

“Sepakbola sepenuhnya bersatu di sini dan dalam solidaritas penuh dengan semua orang yang terkena dampak di Ukraina. Kedua presiden berharap situasi di Ukraina akan membaik secara signifikan, sehingga sepakbola dapat kembali menjadi faktor pemersatu dan perdamaian,” sambung pernyataan tersebut.

Timnas Putra Rusia mestinya masih mentas di babak playoff Qatar 2022, sedangkan tim tim putrinya telah lolos putaran final Piala Eropa di Inggris, Juli mendatang. Klub-klub Rusia juga sudah dicoret dari arena Liga Champions, Liga Europa dan Liga Conference. (m08/rtr/grdn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.