Waspada
Waspada » PT Satu Boyong Piala Bupati Asahan
Olahraga

PT Satu Boyong Piala Bupati Asahan

Kejurkab PBSI Asahan 2020 

KETUA PBSI Asahan, Dodi Sayendra bersama para juara pose bersama setelah penyerahan medali Kejurkab PBSI Piala Bupati Asahan 2020. Waspada/Sapriadi/B

KISARAN (Waspada): Tim Bulutangkis Pusdiklat PT Satu berhasil memboyong Piala Bupati Asahan setelah tampil sebagai juara umum Kejurkab PBSI Asahan di Hall Bulutangkis PT CSIL Kisaran, Asahan, 28-29 Desember 2020.

PS Satu mendominasi dengan menyabet 5 medali emas, 6 perak, dan 11 perunggu. Medali emas diraih dari kategori ganda pemula putri melalui Kayla Zaskia, Aini br Manurung, ganda pemula putra (M Alvin Prayoga, Tegar Dwi Putra).

Tunggal anak-anak putri (Ukhti Ainai br Manurung), tunggal pemula putra (M Alvin Prayoga) dan dari kategori pra usia dini putra (Stroda Saka Sayendra).

PB Ganda Super berhasil membawa 2 medali emas dari kategori tunggal remaja putri (Zahra Dwi Sartika) dan tunggal usia dini putra (Bryan Atha Alghani). PB Diponegoro Medan mendapat 1 medali emas dari tunggal anak-anak putra (Rizza Syahri Ramadhan).

“Alhamdulillah, dalam Kejurkab kali ini para atlet binaan PBSI Asahan tampil cukup baik dan tidak kalah dengan atlet dari Sumut,” ujar Ketua Pengkab PBSI Asahan, Dodi Sayendra di Kisaran, Rabu (30/12).

Menurutnya, walau di tengah pandemi, pembinaan atlet bulutangkis di Asahan tetap bisa terus dilakukan sehingga kemampuan atlet dapat terus meningkat. Seperti dilakukan Pusdiklat PT Satu dengan sistem latihan standar nasional dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Latihan di PT Satu tetap berlangsung setiap hari pagi dan sore dengan durasi waktu tujuh jam. Namun yang masih menjadi kendala dengan sistem pelatihan adalah masalah dispensasi waktu sekolah atlet dan ini masih dibicarakan dengan Bupati Asahan melalui Dinas Pendidikan,” katanya.

Disinggung PBSI Asahan sudah layak melaksanakan program Pelatkab karena sarana dan prasarana yang dimiliki sudah standar nasional, Dodi mengatakan bahwa hal itu sudah masuk dalam program PBSI Asahan. Namun yang masih menjadi kendala pendanaan yang belum bisa sepenuhnya tertampung, karena keterbatasan anggaran.

“Sebenarnya KONI Asahan telah membantu selama tiga bulan (Juli, Agustus dan September) untuk kita melakukan pemusatan pelatihan atlet. Namun anggaran terbatas. Tapi kita akan tetap upayakan pembinaan berjalan maksimal.” ucap Dodi. (a19/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2