Waspada
Waspada » PSSI Mesti Pendekatan Persuasif Dengan Polri
Olahraga

PSSI Mesti Pendekatan Persuasif Dengan Polri

Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Induk Organisasi Sepakola Nasional (PSSI) diminta mendapatkan izin dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sebagai prioritas utama sebelum menggulirkan Liga 1 dan 2 Indonesia 2021. Sehingga kejadian seperti Liga 1 2020 tak terulang.

Seperti diketahui, izin dari Polri menjadi syarat utama dalam memutar kompetisi di Indonesia. Beberapa kali rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar Liga 1 dan 2 2020 batal terlaksana karena izin Polri tidak ke luar.

Terkait hal ini, Pengamat Sepakbola Sumut Jangga Siregar SH (foto) mengatakan sejauh ini PSSI dan PT LIB sudah berupaya keras mendapatkan izin tersebut.

Namun, pada akhirnya Polri tetap tidak memberikan izin untuk PSSI melangsungkan kompetisi dengan berbagai pertimbangan, hingga akhirnya kompetisi dihentikan.

“Untuk itu, menurut saya, PSSI sebaiknya memprioritaskan perizinan dari Polri. Percuma kalau semua sudah oke tapi izin tidak ada, jadi sebaiknya izinnya dulu,” kata pria yang juga Ketua Harian PSMS versi RAB, Minggu (24/1).

Dijelaskan, PSSI telah memutuskan Liga 1 dan Liga 2 2020 dibatalkan. Keputusan tersebut diambil setelah PSSI menggelar rapat komite eksekutif (Exco), Rabu (20/1).

“Saya menyambut positif keputusan PSSI (hentikan kompetisi). Meski saya merasa seharusnya ketetapan tersebut bisa ke luar lebih cepat. Ke depan kita berharap PSSI mampu menggelar kompetisi di tengah maraknya Covid 19 dan PSSI harus mampu melakukan pendekatan dengan pemerintah agar diberi izin melaksanakan kompetisi,” tegas Jangga.

Meski sudah membatalkan Liga 1 2020, PSSI belum menetapkan waktu bergulirnya Liga 1 2021. Organisasi yang dipimpin Mochamad Iriawan itu bakal membahasnya pada rapat tahunan yang digelar bulan depan.

Untuk itu, mantan anggota DPRD Kota Medan ini meminta PSSI punya ketegasan soal kompetisi sehingga klub-klub tidak gulung tikar.

“PSSI harus berani, saat ini PSSI tak punya eksprimen untuk melaksanakn kompetisi. Seharusnya PSSI bisa buat kompetisi dengan metode dan cara yang aman Covid-19,” ujarnya.

Jangga Siregar juga berharap pembuatan jadwal kompetisi harus mempertimbangkan agenda-agenda sepakbola nasional maupun internasional pada tahun 2021, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games.

“Yang harus diutamakan sekarang PSSImelakukan pendekatan persuasif dengan Polri terkait rencana kompetisi. Dan menyiapkan protap kesehatan serta vaksinisasi untuk pemain, ofisial, sekaligus dilakukan penerapan tes Covid-19 dan swab bagi penonton,” tutupnya. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2