PSSI Jangan Bunuh Tim Luar Jawa

  • Bagikan
Waspada/ist

BANDA ACEH (Waspada): Presiden Klub Persiraja Banda Aceh, H Nazaruddin alias Dek Gam (foto) masih geram dengan hasil pertandingan tim binaannya di Liga 1 2021/2022. Sampai-sampai dia bilang jika ingin membunuh tim di luar Pulau Jawa, bukan dengan cara licik.

Dalam situs resmi klub yang dilansir Kamis (13/1), Nazaruddin mengatakan akan mengirim surat protes resmi ke PSSI. Protes itu terkait keputusan-keputusan kontroversial di laga Persiraja vs PSIS Semarang di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Rabu (12/1) malam.

Ketidaknetralan wasit Iwan Sukoco yang memimpin laga tersebut, sudah terlihat sejak menit awal pertandingan ini. Andika Kurniawan diganjar kartu kuning pada menit pertama dan selanjutnya sepanjang laga terus membiarkan pemain PSIS Semarang menghantam pemain Persiraja tanpa mengganjar kartu sekalipun.

Terlihat dari tayangan live televisi, Sukoco terus meniup peluit ketika bola sedang menguntungkan Persiraja. Termasuk kala Defri Riski yang terlihat jelas terlepas dari perangkap offside menerima umpan terobosan Jabar Sharza, namun dianggap offside oleh hakim garis dan pengadil lapangan tengah malam itu.

Persiraja yang tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-50 masih mampu bermain imbang tanpa gol hingga menit ke-90 waktu normal. Namun, pada tambahan waktu, secara mengejutkan wasit menambah lima menit dengan permainan yang sejatinya berjalan normal tanpa banyak waktu normal yang terhenti.

Puncak kekecewaan pemain dan ofisial Persiraja ketika waktu sudah melewati lima menit tambahan dan bola ke luar lapangan, wasit masih menjalankan laga hingga terjadinya gol di menit ke 95,22 detik baru kemudian wasit mengakhiri laga.

Nazaruddin Dek Gam tidak menerima keputusan tersebut. “Yang kita protes dua,  pertama kartu merah Andika dan kedua gol tersebut. Sama-sama duel, kok dikasih pelanggaran dan kartu merah untuk pemain kita,” tukas dia.

“Jadi kita minta kepada PSSI dalam hal ini komite wasit, bukan saja mengevaluasi wasit. Tapi juga kami tidak terima dengan hasil ini, karena ini jelas golnya sudah di menit sembilan lima lebih,” tambah dia.

Menurut dia, pihaknya mengirim surat protes bertujuan ingin melihat apa jawaban PSSI. Apakah ada evaluasi terhadap wasit atau ada perubahan terhadap hasil pertandingan.

“Kalau mau bunuh tim di luar Pulau Jawa, bukan seperti itu cara bunuhnya. Kalau gak suka sama tim di Aceh, ya kirim surat aja biar kami gak usah ikut kompetisi,” ujar dia. (b04/I)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *