Waspada
Waspada » PSMS Tuan Rumah Grup D
Olahraga

PSMS Tuan Rumah Grup D

MEDAN (Waspada): Pembagian Grup Liga 2 Indonesia 2020 telah berlangsung dalam rapat virtual yang digelar PSSI, Rabu (19/8).

Seperti diketahui, rencananya Liga 2 dengan format home turnamen ini akan mulai digelar pada 17 Oktober hingga 5 Desember mendatang.

Dalam rapat tersebut, 24 tim telah dibagi menjadi empat grup, di mana grup berisikan enam tim.

Dari rapat tersebut, PSMS Medan sukses menjadi tuan rumah Grup D, dan bergabung dengan sejumlah tim kuat seperti Sulut United, Semen Padang, Persekap Tegal, Persijap Jepara, dan Sriwijaya FC.

Sementara itu, grup lainnya yakni Grup A diisi Badak Lampung FC (tuan rumah), Babel United, Perserang Serang, PSBS Biak, Cilegon United FC, Persewar Waropen.

Grup B terdiri atas PSCS Cilacap (tuan rumah), Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, PSKC Cimahi, Persis Solo.

Terakhir Grup C diisi PSPS Pekanbaru (tuan rumah), Mitra Kukar, Martapura FC, Sunan Giri FC, AS Abadi Tiga Naga, dan PSIM Yogyakarta.

Terkait hal ini, Sekretaris Umum PSMS Julius Raja bersyukur karena keinginan menjadi tuan rumah bisa terwujud.

Karena memang dari awal PSMS sudah mengajukan menjadi ruan rumah.

“Ini juga tidak terlepas karena PSMS memiliki pengalaman bermain di Liga 1, dan Stadion Teladan dianggap layak untuk menjadi tuan rumah. Artinya, karena PSMS target lolos ke Liga 1, inilah langkah awal PSMS,” tegasnya.

Dirinya juga bersyukur karena PSMS bergabung di Grup D, meski lawan yang dihadapi masuk kategori tim kuat yang juga menargetkan lolos Liga 1.

Sebut saja Sriwijaya FC, Semen Padang, dan Sulut United.

“Bisa dibilang ini menguntungkan juga bagi PSMS. Kenapa? Karena kalau lolos lawan yang dihadapi akan semakin muda, terlebihkan kita tuan rumah, jadi haruslah bermain habis-habisan,” pinta pria yang akrab disapa King ini.

“Untuk itu marilah kita semua berjuang agar PSMS bisa lolos ke 8 besar. Intinya para pemain harus fokus, karena jangan kita berandai lolos Liga 1, kalau untuk lolos ke 8 Besar saja tidak bisa,” tambahnya.

Lanjut Julius, dengan hasil ini maka Pengurus PSMS akan melapor kepada Dewan Pembina dan Penasehat, sehingga proses kepanitiaan bisa segera dibentuk.

“Inikan biayanya cukup berat, kalau dihitung sekitar Rp600 juta. Ini biaya selama fase grup di Medan. Kemudian kami dapat subsidi dari LIB sekitar Rp 200 juta. Berarti tinggal cari Rp 400 juta, makanya kami berharap bisa terbantu dari Pemprov Sumut seperti masalah bus. Misalnya bayar cuman bayar 50 persen, dari pemakaian bus atau bagaimana lah. Inikan bisa meringankan biaya,” tukasnya.

Kapten PSMS Saiful Ramadhan mengaku senang karena akhirnya PSMS terpilih sebagai tuan rumah Liga 2, dan tergabung di Grup D.

Meski memang PSMS harus bergabung dengan tim besar seperti Sulut United, Semen Padang, dan Sriwijaya FC.

“Yang pertama, kita syukuri karena terpilih menjadi tuan rumah. Lalu, terkait lawan yang dihadapi memang bisa dibilang tim kuatlah seperti Semen Padang dan Sriwijaya FC, tapi para pemain PSMS juga sudah siap untuk menghadapinya,” tegas Syaiful.

Dikatakan Syaiful, semua tim di Grup D memiliki kekuatan yang merata atau sama kuatnya.

Namun skuad Ayam Kinantan bermain di kandang sendiri alias tuan rumah, makanya ini harus dimaksimalkan dengan baik.

“Artinya kami tidak boleh bermain jelek, apalagi meraih hasil buruk terlebih saat bermain di Stadion Teladan. Meski nanti pertandingan berlangsung tanpa penonton, tapi doa dan dukungan masyarakat Sumut khususnya Kota Medan akan sangat membantu kami,” tegasnya. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2