PSMS Siap Main Di Luar Kandang - Waspada

PSMS Siap Main Di Luar Kandang

  • Bagikan
PEMAIN PSMS menjalani latihan intensif di Stadion Kebun Bunga Medan, Selasa (31/8). Waspada/ist

MEDAN (Waspada): PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 2 Indonesia memutuskan Sriwijaya FC sebagai tuan rumah Grup A pada putaran pertama. Hal itu diumumkan saat manager meeting yang diikuti 24 klub peserta Liga 2 pada Kamis (16/9).

“Tadi, tepat 16 September pukul 4 sore, kita meeting Liga 2 yang diikuti 24 klub peserta Liga 2. Dalam pembagian grup PSMS berada grup 1. Tuan rumah itu jatuh di tangan Sriwijaya. Jadi kick off itu 26 September dan satu grup itu ada 6 tim,” ujar Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang didampingi Sekum Julius Raja di Stadion Kebun Bunga, Kamis (16/9) sore.

                                             

“Putaran pertama dimulai 26 September hingga 22 Oktober, lebih kurang satu bulan. Habis itu ada jeda 9 hari. Menjelang putaran pertama akan dilakukan bidding lagi untuk tuan rumah putaran kedua. Bisa saja nanti kita mencalonkan lagi untuk putaran kedua. Atau tetap Sriwijaya atau bisa juga mungkin tim yang lain mencalonkan tuan rumah,” sambungnya.

Mulyadi pun mengaku dengan terpilihnya Sriwajaya FC sebagai tuan rumah, akan berdampak terhadap pengularan biaya yang lebih besar bagi manajemen PSMS.

“Bagi kita memang agak sedikit ke luar biaya ya dibandingkan sebagai tuan rumah. Kurang menguntungkan memang. Tetapi kalau secara pertandingan dimana saja kami sudah siap dan saya kira PSMS main di luar kandang, trennya makin baik,” tegasnya.

Sejauh ini untuk persiapan tim, Mulyadi mengaku timnya sudah mencapai 95 persen.

“Pemain sudah hampir 100 persen tidak ada lagi penambahan. Kecuali saat ini sedang berproses Mamadou Hady Barry, katakanlah sebelum kick off dia suda disumpah (menjadi WNI) maka akan jadi bonus buat PSMS,” sebutnya.

Seandainya tanpa Mamadou, Mulyadi tetap optimis mengingat adanya tambahan lima pemain baru dalam klubnya.

Sementara itu, ditanya nasib pemain yang berstatus trial, yakni Rizky Abdiansyah cs, Mulyadi mengaku akan diputuskan dua hari ke depan.

‘Rizky Abdiansyah mungkin satu atau dua hari ini kita akan putuskan nasibnya karena saat ini kita masih ada pemain satu lagi yang belum ada kabar. Kemarin kita minjam dari Kostrad itu ada tiga. Fiwidi, Joko Susilo dan Feri. Tapi Feri tidak ada kabar, jika tidak datang kita sudah ada Rizky,” terangnya.

Seperti diketahui, PSMS berada di Grup 1 atau Grup Sumatera bersama PSPS Riau, KS Tiga Naga, Semen Padang, Muba dan Sriwijaya sebagai tuan rumah.

Sebelum Sriwijaya FC ditetapkan sebagai tuan rumah, Tim Verifikasi PSSI juga telah melakukan peninjauan kesiapan Stadion Teladan Medan pada Rabu (15/9).

Dalam peninjauan tersebut, Head of Infrastructure Safety dan Security PSSI Adi Nugroho dipandu Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Julius Raja dan Local General Coordinator (LGC) Pesta berkeliling melihat kondisi stadion.

Adi Nugroho melihat semua fasilitas yang ada di stadion. Mulai dari ruang ganti pemain, toilet, sampai lapangan yang meliputi rumput dan pencahayaan di dalam stadion.

Setelah berkeliling kurang lebih satu jam, Adi Nugroho mengatakan pihaknya punya kriteria yang sudah disusun untuk penentuan stadion tuan rumah Liga 2 Indonesia. “Kriteria tersebut yakni internasional match, nasional match dan lain sebagainya,” kata Adi.

Ia mengaku dalam sebuah pertandingan, Panitia Pelaksanaan (Panpel) juga harus memikirkan keamanan dan keselamatan semua pihak.

“Karena itu menjadi hal penting yang dibahas, termasuk rencana terkait regulasi stadion dan regulasi keamanan serta keselamatan yang diterbitkan PSSI,” kata Adi.

Jadi, sambungnya, masing-masing ada kebutuhan minimun atau minimun report. “Ada tingkat nasional baik Liga 1 maupun Liga 2 semua pakai minimum report,” ucapnya.

“Berdasarkan kebutuhan itu, kami mengacu pada penerangan lampu. Sama seperti internasional match kebutuhannya adalah lampu. Di mana untuk kompetisi liga membutuhkan cahaya lampu mulai dari 800 hingga 1200 Watt,” bebernya.

Untuk Stadion Teladan, kata Adi Nugroho, ada kendala teknis sehingga pihaknya mungkin akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait kebutuhan penanganan lampu. “Sayang ini ada kendala teknis sehingga mungkin kami akan diskusi lanjut terkait hal ini,” akunya. (m33)

  • Bagikan