Waspada
Waspada » Polemik Messi Minta Pergi
Olahraga

Polemik Messi Minta Pergi

Yahoo Sports

MADRID (Waspada): Polemik hebat melanda Barcelona hingga Rabu (26/8) malam, menyusul surat tertulis megabintang Lionel Messi yang intinya menyatakan minta restu pergi meninggalkan klub raksasa Spanyol itu.

Fans El Barca bahkan berbondong-bondong mendatangi Stadion Camp Nou dan berkumpul di depan kantor klub pasca mendengar kabar tersebut. Mereka demo sambil meneriakkan permintaan agar Presiden Barca Josep Maria Bartomeu segera mundur dari jabatannya.

Bartomeu dinilai menjadi alasan utama keengganan Messi (foto) memperpanjang kariernya bersama Los Cules sampai musim panas 2020. Selain mendesak Bartomeu mundur, fans juga menyatakan dukungan sekaligus meminta mesin gol berjulukan La Pulga alias Si Kutu itu tetap bertahan.

Sejumlah akun twitter merekam kemudian membagikan aksi para suporter El Blaugrana tersebut. Sebelumnya dalam rapat dewan direksi Barca timbul pro-kontra terkait kebijakan dan kepentingan mempertahankan Si Kutu.

Menurut Toni Freixa selaku calon Presiden Barca, Messi mesti memenuhi kontraknya hingga 30 Juni 2021 atau menebus sendiri klausul pelepasan senilai 700 juta euro atau setara Rp12,1 triliun.

“Saya terkejut dan kecewa sebagai seorang penggemar Barcelona. Kontrak harus dipenuhi dan apa yang harus dilakukan Messi adalah datang dengan uang 700 juta euro, lantas pergi,” tegas Freixa melalui Mundo Deportivo.

“Saya tidak terlalu khawatir dengan kepergian Messi, karena semuanya akan berakhir. Yang membuat saya kecewa adalah caranya untuk meminta pergi, seperti tidak menghormati klub,” kecam pengacara berusia 51 tahun itu.

Klausul La Pulga memang menyeramkan, namun dia bisa memaksa manajemen Barca menerima berapa pun tawaran yang diajukan klub peminat. Messi sendiri sudah bertemu dengan entrenador anyar Ronald Koeman untuk membahas masa depannya.

Namun upaya Koeman untuk meyakinkan sang kapten untuk bertahan dikabarkan gagal. Barca pun dikabarkan sudah menerima surat dari Messi yang isinya meminta dirinya dibebaskan dari kontraknya dengan mengaktifkan klausul yang memungkinkan dia untuk pergi secara sepihak di setiap akhir musim kompetisi.

Klausul itu memiliki waktu berlaku sebelum 1 Juni. Tetapi karena saat ini kondisinya tidak biasa akibat pandemi virus corona hingga menyebabkan kompetisi sempat ditunda, maka klausul tersebut boleh jadi masih berlaku.

Jika Freixa mengecam Si Kutu, maka Joan Laporta sebagai mantan presiden yang akan mengajukan diri lagi pada bursa pemilihan tahun depan, menuding Bartomeu cs telah berlaku tidak hormat serta memang ingin menjual Messi.

“Itu cara berperilaku yang tidak dapat diterima dan merusak citra klub. Saya curiga mereka ingin menjual Messi. Barca yang malang di tangan orang-orang yang tidak kompeten,” hardik Laporta.

Presiden tersukses Barca setelah mempersembahkan dua trofi Liga Champions saat berkuasa pada periode 2003-2010 itu, menyebut manajemen El Catalan saat ini tidak menghormati para pemain yang sudah memberikan begitu banyak prestasi.

“Mereka telah memberi tahu (Luis) Suarez bahwa mereka tidak menginginkannya melalui telepon. Itu sepertinya merupakan tindakan pengecut dan kurangnya rasa hormat terhadap pemain,” kecam Laporta.

Laporta juga kecewa dengan cara Koeman mau merombak skuad dengan mengorbankan Suarez, Sergio Busquets, Jordi Alba, Arturo Vidal, Ivan Rakitic dan Samuel Umtiti. Mereka sudah diberitahu oleh pelatih asal Belanda itu melalui telepon untuk mencari klub baru musim panas ini.

Pendekatan demikian kabarnya ikut mendorong Si Kutu untuk ikut pergi. Manchester City menjadi kandidat kuat sebagai pelabuhan berikutnya bagi superstar Argentina berumur 33 tahun itu.

Manajer City Pep Guardiola dan Messi, sudah berbicara melalui telepon pekan lalu untuk membahas kemungkinan dirinya pindah ke Etihad Stadium.

Sumber ESPN melaporkan, Citizens sedang berhitung nilai La Pulga untuk mengetahui apakah mereka mampu merekrutnya tanpa melanggar aturan Financial Fair Play.

Pep dan Messi menghabiskan empat tahun penuh sukses di Barca pada periode 2008-2012. Percakapan telepon itu terjadi beberapa hari setelah Antoine Griezmann cs kembali tersingkir dari Liga Champions pasca takluk 2-8 dari Bayern Munich pada laga perempatfinal di Lisbon.

Kekalahan memalukan itu melengkapi kegagalan Los Cules asuhan Quique Setien yang kemudian dipecat. Barca pun musim ini tanpa gelar, setelah berakhir di peringkat dua La Liga dan tersisih di babak knock-out Copa del Rey. (m08/mrc/espn)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2