Polemik Logo PSMS Berakhir - Waspada

Polemik Logo PSMS Berakhir

  • Bagikan
KUASA Hukum PSMS Bambang didampingi pengurus PSMS memberikan keterangan terkait nama dan logo PSMS, Jumat (26/3). Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Polemik logo dan nama PSMS yang bersengketa di Mahkamah Agung sudah berakhir. Hal ini setelah Mahkamah Agung menolak kasasi pihak Syukri Wardi pada Februari 2021.

Kuasa Hukum PSMS, Bambang, membenarkan hal tersebut dan menjelaskan kronologis adanya pengakuan sejumlah pihak terkait kepemilikan logo dan nama PSMS.

“Pada Agustus 2013, seseorang yang mengaku namanya Syukri Wardi datang ke Dirjen HAKI menyatakan bahwa dirinya membuat logo yang bernama PSMS Medan. Berangkat dari situ, maka didaftarkanlah logo itu dan dinyatakan dia sebagai pencipta logo itu. Dan itu ada semua buktinya sama kita,” beber Bambang pada temu pers di Sekretariat PSMS, Jumat (26/3).

Dijelaskan Bambang, di saat PSMS mulai kembali berprestasi datanglah surat ke Sekretariat PSMS yang isinya somasi. Bahwa Pengurus PSMS wajib membayar Rp6 miliar kalau ingin memakai logo dan nama PSMS yang diklaim sebagai milik pribadi.

“Lantas berdasarkan kesepakatan kami melakukan gugatan kepada Syukri Wardi. Dan gugatan dimulai pada tahun 2019, di situ dinyatakan pengadilan bahwa gugatan kita tidak diterima dan eksepsi mereka pun ditolak,” terangnya.

Setelah itu, Pengurus PSMS melakukan upaya hukum kembali. Pada tahun 2019, melakukan gugatan lagi dan hasilnya dalam amar putusan majelis hakim dikatakan bahwa logo dan nama PSMS adalah milik PSMS.

“Karena tidak puas, pihak yang bersangkutan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. Setelah setahun lebih maka keluarlah putusan dinyatakan bahwa logo PSMS Medan adalah heritage, miliknya Sumut khususnya Kota Medan,” katanya.

“Jadi adanya putusan Mahkamah Agung yang mengikat ini, maka tidak ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan logo dan nama PSMS sebagai milik pribadi,” tegasnya.

Lanjut Bambang, terkait logo dan nama PSMS, karena sedang berperkara tidak bisa didaftarkan langsung. “Harus ke Komisi Banding dan di sana sebenarnya kita sudah menang. Dan dalam waktu dekat kita mau pengajuan pendaftaran logo dan nama PSMS kembali atas nama PSMS Medan bukan perorangan,” terangnya.

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, mengatakan terkait permasalahan logo dan nama PSMS semuanya telah selesai dan sudah milik masyarakat Sumut. Hal ini dipastikan setelah kasasi dari pihak yang menglaim logo dan nama PSMS milik pribadinya ditolak MA.

“Selama ini ada yang mengklaim jika nama dan logo PSMS adalah milik pribadinya. Itu sudah tidak ada lagi. Karena dengan adanya putusan dari Mahkamah Agung, bahwa kasasi mereka ditolak,” tegasnya.

Dikatakan, dengan sudah adanya putusan Mahkamah Agung, diharapkan tidak ada lagi keraguan para sponsor yang berkeinginan membantu PSMS baik secara moril maupun materil.

“Tentunya kami bersyukur dengan adanya putusan Mahkamah Agung ini. Semoga ke depan PSMS bisa bangkit dan naik ke Liga 1 seperti keinginan kita bersama,” tutupnya. (m33)

 

  • Bagikan