Waspada
Waspada » Perusuh Dilarang Dukung PSMS
Headlines Olahraga PSMS Medan

Perusuh Dilarang Dukung PSMS

MEDAN (Waspada): Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, kecewa dengan aksi suporter yang menghidupkan flare saat PSMS menjamu AA Tiga Naga dalam laga perdana Liga 2 di Stadion Teladan, Minggu (15/3). Apalagi aksi itu bakal berujung denda Komdis PSSI.

“Kami sudah bicara dengan tim kuasa hukum akan memproses ini. Meski infonya mereka sudah dibebaskan, proses hukum masih tetap berjalan. Ini agar mereka tidak lagi mengulangi tindakan yang sama,” ujar Julius Raja, Selasa (17/3)

“Kami juga meminta pihak kepolisian untuk mencari tahu siapa dalang di belakang kejadian ini semua. Mereka menyalakan flare, tentu ada yang mengompori dan mensponsori ini. Flare-nya ada sekira tujuh,” ucap pria akrab disapa King ini.

Setelah kejadian ini, lanjut Julius, manajemen PSMS memastikan tidak memperbolehkan lagi suporter berbenderakan Ultras 1950 menonton PSMS di Stadion Teladan.

“Kami sudah tidak menganggap Ultras bagian dari suporter PSMS karena tingkah lakunya yang merugikan dan mencemarkan nama PSMS. Tidak hanya berakibat denda tapi juga berpotensi partai usiran di luar kandang,” bebernya.

“Kalau setelah tidak diberi izin menonton mereka tetap buat rusuh lagi kita akan proses lagi secara hukum. Sampai seterusnya tidak boleh nonton lagi. Berapa oranglah mereka (di Ultras) katanya mau mendukung, kok mendukung PSMS kayak gitu,” tutupnya.

Tunggakan Gaji

Selain masalah supoter, PSMS juga tengah dihadapkan dengan persoalan tunggakan gaji dua mantan pemainnya, yakni Mamado Diallo dan Mohammadou Al Hadji yang memperkuat PSMS musim lalu.

Hal itu sesuai pernyataan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sehingga belum mengeluarkan rekomendasi digelarnya Liga 2. Setidaknya ada lima klub yang dinyatakan belum melunasi tunggakan gaji para pemainnya.

Kelimanya klub dimaksud adalah Mitra Kukar, Kalteng Putra, PSPS Riau, Perserang Serang, dan PSMS yang menunggak gaji dua pemainnya senilai Rp240 juta.

Terkait hal ini, Julius Raja mengatakan persoalan itu sudah masuk dalam proses sengketa di badan penyelesaian sengketa nasional atau National Dispute Resolution Chamber (NDRC).

“Untuk masalah Mamado Diallo, PSMS sudah menang, tapi Al Hadji putusannya PSMS harus bayar tiga bulan. Kalau Agustus dan September kompensasinya sudah kita bayar. Berarti yang tiga bulan itu Oktober hingga Desember. Sedangkan liga berakhir November,” jelas Julius

Terkait sengketa dengan Al Hadji, kata Julius, pihaknya masih berencana mengajukan banding pada NDRC yang bermarkas di Jakarta. Karena itu manajemen PSMS tengah mempelajari berkas putusan gugatan gaji Al Hadji.

“Berkas terkait Al Hadji sedang dipelajari dulu. Kita punya batas waktu 45 hari. Kita dikasih waktu dalam minggu ini apakah akan banding. Jadi kita pelajari betul. Artinya kalau banding sia-sia untuk apa? Malah lebih berat,” terangnya.

Dikatakan, jika nantinya PSMS memutuskan tidak melakukan banding, maka manajemen harus siap membayar tunggakan gaji sesuai putusan NDRC. Namun selain lewat NDRC, PSMS juga berencana menggunakan cara lain dengan membangun mediasi dengan Al Hadji. (cat)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2