Waspada
Waspada » Pertina Sumut Formulasikan Kebijakan
Olahraga

Pertina Sumut Formulasikan Kebijakan

Persiapan Atlet PON Di Masa Pandemi

Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Pengurus Pertina Sumatera Utara membuat sebuah formulasi kebijakan yang akan diberlakukan di tengah pandemi Covid-19 bagi para petinju, khususnya yang lolos ke PON Papua.

Ketua Pertina Sumut, Romain Manalu (foto), mengatakan Pertina Sumut terus mempersiapkan para atletnya untuk bertanding di PON Papua. “Ada enam petinju Sumut yang lolos ke PON Papua,” katanya, Jumat (16/7).

Dijelaskan, dalam situasi pandemi saat ini, Pertina Sumut menyikapinya dengan arif dan bijaksana. Mengacu pada UU No 25 2009 tentang pelayanan publik, maka para atlet harus bisa terus berlatih tanpa melanggar aturan dan mengikuti petunjuk dari pemerintah.

“ Adapun cara atau formulasi yang dilakukan, yakni pertama atlet harus tetap berlatih di tengah situasi pandemi Covid-19. Kedua, agar atlet tidak tertular dengan Covid-19, maka mereka harus berlatih di tempat yang sudah ditentukan yang steril dengan lingkungan sekitar atau dengan kata lain atlet melakukan latihan karantina,” katanya.

Ketiga, memastikan bahwa atlet telah divaksin dan dilaporkan bahwa seluruh atlet sudah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali yang dilakukan oleh KONI Sumut. Keempat, para atlet juga tidak diperkenankan menerima kunjungan tamu selama PPKM Darurat.

“Jadi mereka terbatas untuk bertemu dengan banyak orang. Dan bila harus melakukan interaksi, misalnya harus berbelanja maka batasan-batasannya juga sudah diperhitungkan seperti orang yang ke luar tersebut harus ditentukan. Lalu, setelah ke luar dari tempat sasana latihan, mereka diwajibkan untuk melakukan swab antigen,” katanya.

Selanjutnya, kelima, pelatih tetap merujuk pada program latihan yang sudah ada, sehingga tidak ada satupun program latihan yang tertinggal. Pengetatan pada program latihan demi meraih prestasi harus dilakukan,

“Atlet yang dilatih ini harus memiliki kurikulum latihan yang grafiknya meningkat. Vo2 Max dan kemampuan tubuhnya, serta teknik bertanding dengan rangkaian latihan yang sudah disusun harus tercapai. Bila perlu melebihi target yang sudah ditentukan,” terangnya.

Keenam, diperlukan juga kerjasama KONI Sumut untuk membantu memfasilitasi anggaran sehingga dana yang dibutuhkan terkait konsumsi dan vitamin bisa terpenuhi. Karena ketahanan tubuh saat berlatih sangat dipengaruhi asupan vitamin dan makanan.

“Sampai pada Oktober mendatang, mereka tidak diperkenankan bertemu pihak keluarga, kecuali kondisi pandemi sudah membaik. Kalau ingin bertemu harus dilakukan secara virtual, yang nantinya akan difasilitasi oleh Pertina Sumut,” terangnya.

“Para orang tua dan pengurus juga masih bisa melihat anak-anaknya berlatih karena seminggu dua kali kami menyiarkan langsung latihan para atlet. Ini semua dilakukan agar pencapaian para atlet di PON Papua nanti bisa tercapai, yakni minimal membawa pulang dua medali emas,” tutup Romain. (m33)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2