Waspada
Waspada » Persiraja Puas Imbangi Klub Bertabur Bintang
Olahraga

Persiraja Puas Imbangi Klub Bertabur Bintang

PEMAIN asing Persiraja asal Brazil (kanan) nyaris membuat timnya unggul di masa injury time. Sepakannya membentur mistar. Waspada/ist

BANDA ACEH (Waspada): Kerinduan masyarakat Aceh menyaksikan pertandingan Liga 1 di Tanah Rencong akhirnya kesampaian. Persiraja tampil perdana di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu (29/2) malam. Hasilnya imbang saat melawan tim bertabur bintang.

Pasukan Kutaraja bermain imbang 0-0 kontra Bhayangkara FC yang disaksikan 26.817 penonton. Duel ini tergolong ketat dan sengit. Beberapa pelanggaran keras terjadi hingga wasit harus mengeluarkan sejumlah kartu kuning.

Pelatih Persiraja, Hendri Susilo, usai laga mengatakan meski selama persiapan hanya satu bulan dan melakukan satu ujicoba, hasil tersebut sudah luar biasa. “Kita tidak mempersoalkan hasil imbang, kami cukup puas dengan hasil ini,” kata Hendri usai laga.

“Saya respek pada pemain malam ini, mereka mampu bermain lepas dan instruksi saya berjalan. Kami berlatih tiga hari untuk melawan Bhayangkara FC,” sebutnya.

Pun begitu, Hendri tetap mengevaluasi kelemahan pemainnya untuk pertandingan selanjutnya. “Kekurangan kita tentu saja sangat banyak dan itu pasti kita benahi,” sebut dia.

“Kita juga dapat memanfaatkan kelemahan tim lawan di laga tadi, meski belum gol kita berhasil menciptakan beberapa peluang dari kaki Bruno Dybal dan Nazarul Fahmi,” tamnnya.

Paling membuat Hendri respek dan bangga karena yang dilawan adalah tim bertabur binting. “Lawan kita tadi Bhayangakara FC, lihat pemain-pemain mereka,” imbuh dia lagi.

Hendri menyebut penampilan semua pemain Persiraja layak mendapat nilai sembilan. “Bukan hanya pemain asing, semua pemain saya pantas dapat angka 9 mas,” pujinya.

Seperti diketahui, Bhayangkara FC diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Awan Setho, TM Ichsan, Saddil Ramdani, Putu Gede Juni Antara, hingga Ruben Sanadi.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster dalam konferensi pers usai laga tidak banyak berbicara. “Di babak pertama kami bermain bagus seharusnya bisa menang 3 hingga 4 gol. Tapi kita tidak bisa mencetak gol di babak pertama,” kata Paul Christopher Munster.

Munster juga mengaku anak asuhnya tidak dapat menciptakan gol pada babak kedua. Dia bahkan menyebut pertandingan babak kedua melawan 12 hingga 13 pemain.

Namun tidak dijelaskan maksud pemain lebih dari 11 itu. Munster irit bicara kepada wartawan. “Ketika memasuki babak kedua, kita tidak bisa berbuat banyak. Memang susah juga ketika kita harus bertanding melawan 12 sampai 13 orang pemain,” jelas Paul. (b07/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2