Waspada
Waspada » Persiraja Minta Kepastian Juknis Protokol Kesehatan
Olahraga

Persiraja Minta Kepastian Juknis Protokol Kesehatan

JAKARTA (Waspada): Persiraja Banda Aceh meminta kepastian petunjuk teknis (Juknis) protokol kesehatan seiring akan dilanjutkannya kembali kompetisi di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19).

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmad Djailani (foto) mengungkapkan sejak awal Laskar Rencong jelas setuju dilanjutkannya kembali Liga 1 2020. Namun, ada beberapa persyaratan yang diajukan jika kompetisi dilanjutkan.

Persiraja berharap PSSI dan operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) segera mengeluarkan petunjuk teknis dan protokol kesehatan yang akan diberlakukan. Terutama soal kepastian boleh tidaknya penonton hadir di pertandingan selama masa pandemi Covid-19.

“Kami minta (Liga 1) dilanjutkan tapi berharap bisa main di Aceh dengan penonton. Kemenpora memberikan lampu hijau boleh dengan penonton 30 persen. Kami kasih pandangan situasi Covid-19 di Aceh seperti apa, sambutan di sana bagaimana sebab sudah 12 tahun tidak ada sepakbola di Aceh. Bioskop tidak ada, konser musik tidak ada, kalau bukan sepakbola, apalagi hiburannya?” ujar Rahmat, Jumat (19/6).

Meski begitu, Rahmat mengatakan bakal mengikuti apapun keputusan yang akan dikeluarkan PSSI dan LIB soal kompetisi. Namun, dia meminta supaya segera dikeluarkan Juknis dan protokol.

“Secara resmi kami belum dapat pemberitahuan soal liga dari PSSI meski kami sudah dua kali ikut rapat. Tapi PSSI dan LIB harus segera memberikan kepastian Juknis, regulasi dan protokolnya seperti apa untuk kami mempersiapkan tim. Kalau pemain dipanggil harus karantina 14 hari, persiapan disinfektan, dan lain-lain harus mengikuti protokol kesehatannya,” tegasnya.

Belum Tentukan Sikap

Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi mengatakan sampai saat ini belum bisa menentukan sikap keikutsertaan Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2020. Hal itu dikarenakan grafik penyebaran Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi sampai saat ini.

“Kita lihat saja nanti Oktober, kalo PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) belum dicabut, dan kondisi masih seperti ini ya kami tidak akan ikut (berpartisipasi di Liga 1 2020). Fokus kami itu pada kesehatan pemain,” ujar Achsanul.

General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman mengatakan sudah berdiskusi tentang beberapa poin terkait jika kompetisi dilanjutkan bersama Sekjen PSSI dan Direktur Teknik PSSI. Terutama yang tekait dengan kepentingan pemain.

“Prosesnya sangat kooperatif dan kami berkeyakinan mereka (PSSI) bisa meneruskan hasil diskusi ini menjadi kesepakatan bersama dengan PSSI, klub, maupun LIB,” ujar Ponaryo.

Ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena menambahkan keputusan PSSI melanjutkan kompetisi pasti sudah dibarengi dengan kesiapan perangkat yang dibutuhkan.

Terpenting, kompetisi bisa berjalan lagi dan tentunya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat seperti yang diharapkan semua pelatih

“Saya pikir semua berpikir sama, jangan sampai sepakbola menjadi penyumbang baru paparan Covid-19. APSSI tidak mau masuk terlalu jauh soal kebijakan dan wewenang. Kami serahkan sepenuhnya kepada PSSI,” terang Yeyen. (m18/cnni)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2