Waspada
Waspada » Pengurus Baru PT LIB Jangan KKN
Olahraga

Pengurus Baru PT LIB Jangan KKN

JAKARTA (Waspada): PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi profesional Indonesia telah menetapkan susunan terbaru pengurus mereka. Hal tersebut diumumkan Sabtu (13/6) lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

Akhmad Hadian Lukita didapuk sebagai direktur utama yang baru, menggantikan Cucu Somantri yang telah mundur. Adapun jajaran lain dihuni oleh Sudjarno (direktur operasional), Rudy Kangdra (direktur bisnis), dan Anthony Chandra Kartawiria (direktur keuangan).

Pada susunan komisaris, LIB diperkuat Juniardi Anto Rachman menjadi komisaris utama menggantikan Sonhadji, diikuti oleh Leo Siegers, Anggodo Wiradi, Ferry Paulus, Endri Erawan, dan Munafri Arifuddin.

PSIS Semarang sebagai salah satu klub pemegang saham LIB berharap kepengurusan baru dapat bekerja lebih baik dari yang terdahulu. Hal tersebut disampaikan Yoyok Sukawi, sebagai CEO dari tim berjuluk Mahesa Jenar.

“PSIS mendukung siapapun yang ditugaskan oleh ketum di direksi dan komisaris LIB. Namun ingat, ini amanah klub. Jangan dipakai untuk main-main apalagi KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) sehingga lupa bahwa tugas utama LIB untuk menyejahterakan klub,” ucap Yoyok.

“Direktur dan komisaris sewaktu-waktu dapat kami copot kembali kalau tidak berhasil membawa kemajuan LIB sehingga mereka harus berkerja keras,” sambung Yoyok.

“Direktur dan komisaris baru harus mampu memperjuangkan untuk meningkatkan hak komersial klub. Dengan kerja keras, dan komitmen saya optimis bisa,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, LIB dinanti tugas untuk segera menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, di tengah pandemi virus corona. Berdasarkan rencana PSSI, Liga 1 bakal digulirkan September dan Liga 2 menyusul pada Oktober.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, memberi dukungan terhadap kepengurusan baru LIB untuk segera bertindak demi berjalannya kompetisi. Achsanul ingin adanya sinergi yang baik pada kepengurusan saat ini, dengan seluruh pihak yang terlibat.

“Jika ingin kompetisi dilanjutkan, silakan Direksi PT LIB membuat usulan program dan lain-lain yang disetujui Exco dan semua anggota PSSI. Usal itu, selanjutnya harus dikonsultasikan atau dilaporkan kepada AFC dan FIFA,” ucap AQ, sapaan karib Achsanul.

Perjelas Subsidi

Sedangkan klub-klub Liga 2 Indonesia berharap para petinggi baru PT LIB, termasuk direktur utama Akhmad Hadian Lukita dapat memperjelas soal subsidi musim 2020. “Kami ingin kepastian termin subsidi Liga 2,” ujar Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin.

Menurut pria yang juga Ketua Umum KONI Sumatera Selatan itu, subsidi penting demi menjaga kesehatan keuangan klub.

Hal senada diutarakan klub PSIM melalui manajernya David Hutauruk. David menyebut, kepastian subsidi penting terutama kala situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Klub memerlukan kepastian subsidi. LIB harus membangun komunikasi dengan klub,” tutur David.

Terkait subsidi, pada musim 2020, LIB setuju untuk memberikan subsidi Rp1,15 miliar untuk setiap klub peserta yang pembayarannya dilakukan pertermin.

Untuk termin pertama, tim-tim Liga 2 2020 sudah mendapatkan Rp250 juta. Akan tetapi, LIB belum memberikan kejelasan mengenai pelunasan termin-termin selanjutnya.

Meski demikian, PSSI berencana akan menaikkan cicilan subsidi Liga 2 menjadi Rp200 juta pertermin andai kompetisi yang diliburkan karena pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, kembali dilanjutkan. Liga 2 diproyeksikan dimulai lagi pada Oktober 2020. (m18/goal/bc)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2