Waspada
Waspada » Pengprov FPTI Aceh Bekukan Dua Pengkab
Olahraga

Pengprov FPTI Aceh Bekukan Dua Pengkab

KETUA Umum Pengprov FPTI Aceh, H Muhammad Saleh memimpin Rakerda. Waspada/Munawardi/B

BANDA ACEH (Waspada): Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh membekukan dua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Aceh Utara dan Pidie Jaya. Keputusan itu diambil setelah dilakukan evaluasi secara mendalam dan menyeluruh.

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh, H Muhammad Saleh kepada Waspada, Minggu (24/1) sore di Banda Aceh menyebutkan pembekuaan itu salah satu hasil dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) FPTI Aceh yang digelar dua hari lalu.

Bukan cuma itu, peserta Rakerda juga sepakat usia atlet peserta Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra Pora) 2021 minimal 15 tahun dan maksimal 25 tahun. Selain itu, tidak dibenarkan adanya atlet “naturalisasi” atau dari luar Aceh.

“Keputusan tersebut harus diambil sebagai ukuran, apakah selama ini seluruh Pengkab FPTI di Aceh ada berlatih dan membina atlet. Dari sinilah akan terlihat nantinya,” tukas Saleh.

Terkait pembekuan dua Pengkab, Saleh menjelaskan Pengkab Pidie dan Aceh Utara tidak aktif. “Pidie Jaya misalnya, sejak dilakukan Muskab 2018 lalu, hingga kini belum mengusulkan dan membentuk pengurus. Selain itu, sejak berdiri hingga kini belum ada satu pun sarana dan prasarana (sapras) untuk berlatih dan membina atlet,” ungkap

Lalu, sambung Saleh, kondisi Pengkab Aceh Utara juga demikian. Selain kepengurusan tidak aktif dan minus sapras, kepengurusan organisasi juga tidak berjalan sesuai dengan aturan (anggaran dasar dan rumah tangga) FPTI.

“Ini memang keputusan pahit, tapi itu harus saya lakukan demi pembinaan organisasi dan atlet lebih baik lagi di masa mendatang,” ujarnya.

Selama ini, sebut Saleh, ada sejumlah Pengkab FPTI di Aceh baru sibuk merekrut atlet dan berlatih hanya menjelang Pra Pora dan Pora. Usai perhelatan akbar se-Aceh ini, kondisinya kembali seperti semula yaitu vakum.

“Karena itu, untuk Pora mendatang di Kabupaten Pidie, kita tidak benarkan lagi daerah merekrut atlet dari luar Aceh,” tegas Shaleh kembali.

Saat ini, ada 17 Pengkab FPTI dari 23 kabupaten dan kota di Aceh, 10 diantaranya aktif membina dan merekrut atlet, lima lainnya terkena sanksi organisasi serta dua dibekukan.

“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap Pengkab FPTI se-Aceh. Bukan tidak mungkin akan ada Pengkab yang menyusul atau dibekukan jika tidak menjalankan roda organisasi sesuai aturan,” tegas Saleh kembali.

Menurut Saleh, keputusan dan kebijakan “ekstrem” terpaksa diambil, demi pembinaan atlet dan perolehan prestasi mendatang. Mulai dari PON XX-2021 Papua hingga Porwil, Kejurnas Kelompok Umur (KU) hingga PON XXI-2024 di Aceh.

“Jadi, kami memang memasang target untuk memberi yang terbaik bagi Aceh. Karena itu, tidak saatnya lagi untuk bermain-main untuk mengejar prestasi terbaik,” tutur Saleh. (b04/C)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2