PBSI Sumut Layak Tuan Rumah Pelatwil - Waspada

PBSI Sumut Layak Tuan Rumah Pelatwil

  • Bagikan


KETUA Umum PBSI Sumut Suripno Ngadimin didampingi Plt Sekretaris Dodi Sayendra (kanan), menjelaskan kondisi GOR PBSI kepada Sekretaris Umum KONI Sumut H Chairul Azmi (2 kiri) dan Kabid Binpres Dr Budi Valianto, Minggu (21/11).Waspada/Johny Ramadhan Silalahi

MEDAN (Waspada): Kabid Organisasi Pengurus Pusat PBSI Dr (Can) Topan Indra Karsa SH MH menegaskan, Sumatera Utara layak menjadi tuan rumah Pelatihan Wilayah (Pelatwil) Cabor Bulutangkis yang nantinya akan terbagi tiga wilayah sebagai pembagian dari desentralisasi pelatnas.



"Saya sudah keliling dan hampir mendatangi semua Pengprov di Indonesia, saya tak pernah melihat ada yang lebih dari Sumut. Tidak berhenti di fasilitasnya saja, tapi pembinaan dan peningkatan SDM terus ditingkatkan," tutur Topan, sebelum membuka Mukerprov Pengprov PBSI Sumut, Minggu (21/11).

"Rencana desentralisasi atau Pelatwil untuk wilayah barat Indonesia, Sumut layak dan cukup mumpuni menggelar itu," tambah pria yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung tersebut.

Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PBSI Sumut Tahun 2021 di Aula Sudirman, GOR PBSI Sumut, Medan, dihadiri 19 Pengkab/Pengkot PBSI yang aktif dan dibuka Topan Indra mewakili Ketua Umum PP PBSI Dr Agung Firman Sampurna.

Turut hadir Ketum KONI Sumut diwakili Sekertaris Umum H Chairul Azmi Hutasuhut, Ketum PBSI Sumut Drs Suripno Ngadimin, Wakil Ketum I Kusprianto, Plt Sekertaris sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Mukerprov Dodi Sayendra.

Topan Indra dalam sambutannya memahami persaingan bulutangkis di Indonesia yang masih dikuasai atlet-atlet asal Pulau Jawa di setiap kejuaraan. Namun dia meminta atlet-atlet dari daerah lainnya, terutama Sumut, jangan pernah takut sebelum bertanding.

"Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Maka saat melawan (atlet) Jawa jangan langsung takut duluan yang luar Jawa ini, itu tak boleh. Kita harus lawan, terus bergerak, terus berlatih," jelasnya.

Sedangkan Ketum PBSI Sumut Suripno Ngadimin mengatakan, pihaknya tidak ada menggelar kejuaraan dalam dua tahun terakhir, karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

"Praktis terakhir kita hanya menggelar Astec Open di awal 2020 lalu. Setelah ada pembatasan, termasuk tidak bisa menggelar Mukerprov tahun 2020. Sehingga baru kesampaian tahun ini," ucap Suripno.

"Namun selama kekosongan itu, kita fokus membenahi fasilitas-fasilitas di sini. Di awal 2021, kita mulai meningkatkan SDM melalui pelatihan-pelatihan baik wasit maupun pelatih, termasuk pelatihan pelatih BWF Level 1. Tahun 2022 baru kita usahakan lagi menggelar kejuaraan (Kejurprov dan Open)," tambahnya.

Mantan Ketum Pengkab PBSI Asahan ini juga melaporkan, ada tiga pelatih Sumut yang dinyatakan lulus tanpa syarat dan 10 lulus dengan syarat pada pelatihan pelatih BWF Level 1 dengan pemateri langsung dari BAC (Badminton Asia Confederation) beberapa waktu lalu.

Semua program PBSI itu mendapat apresiasi dari Sekum KONI Sumut H Chairul Azmi, terutama dengan banyaknya kemajuan yang terjadi di Komplek GOR PBSI Sumuti.

Sebelum menghadiri Mukerprov, Chairul didampingi Kabid Binpres KONI Sumut dan Wakabid Humas Johny Ramadhan Silalahi, memang keliling meninjau semua fasilitas GOR PBSI bersama Suripno Ngadimin dan Dodi Sayendra. 

"Saya tahu betul perkembangan gedung ini, karena berdekatan dengan gedung KONI Sumut. Saya juga tahu betul bagaimana baiknya organinasi PBSI yang terus menggelar pembinaan berjenjang,” ucap Chairul.

“PBSI rutin menggelar pelatihan wasit dan pelatih bertaraf nasional maupun internasional. Ini menunjukkan organisasi yang bergerak maju ke depan dan berkembang, saya yakin PBSI nanti akan memetik hasil dari itu semua," pungkasnya.(m08)
  • Bagikan