Waspada
Waspada » MU, PSG Mengaku Parah
Olahraga

MU, PSG Mengaku Parah

BEK Presnel Kimpembe menyusul nasib Idrissa Gueye (2 kanan), kena kartu merah ketika Paris SG dipecundangi Leipzig di Red Bull Arena, Saxony, Jerman. The National

ISTANBUL (Waspada): Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel, sama-sama mengakui timnya tampil parah saat menjadi pecundang pada matchday 3 Grup H Liga Champions 2020/2021.

Kedua klub favorit Grup H itu, Rabu (Kamis WIB), kalah dengan skor identik 1-2 saat masing-masing tandang di markas Istanbul Basaksehir dan Red Bull Leipzig.

“Pertandingannya parah, kesalahan mendasar kami mungkin karena tidak mencetak gol kedua. Juga membuat kesalahan untuk penalti mereka,” ratap Tuchel di laman UEFA, Kamis (5/11).

PSG unggul lebih dahulu di Red Bull Arena Leipzig, Saxony, Jerman, ketika laga baru berjalan enam menit melalui tendangan akurat winger Angel di Maria.

Striker Moise Kean mengawalinya dengan memaksa bek Dayot Upamecano melakukan kesalahan dan merebut bola. Kean kemudian mengoper ke Di Maria yang dengan tenang menaklukkan kiper Peter Gulacsi.

Leipzig merespons dua menit kemudian melalui umpan tarik Christopher Nkunku yang disambar Amadou Haidara, tetapi kiper Keylor Navas masih bisa menepis bola.

Les Parisiens hampir menggandakan keunggulan ketika dihadiahi penalti, setelah tembakan Kean mengenai lengan Upamecano. Di Maria maju sebagai eksekutor, tetapi tembakannya ke arah kiri masih bisa terbaca oleh Gulacsi.

Leipzig lantas membalikkan kedudukan berkat gol Christopher Nkunku (41′) dan Emil Forsberg (57′). Les Parisiens kemudian tempur dengan sembilan pemain, setelah gelandang Idrissa Guaye dan Presnel Kimpembe diganjar kartu merah menit 69 dan 90+5.

“Setelah itu sulit bermain dengan sepuluh orang. Terdapat banyak situasi yang menyulitkan kami, padahal tim yang kami hadapi sangat kuat,” ucap Tuchel.

Kekalahan PSG ini membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Leipzig dan Setan Merah MU memimpin klasemen dengan enam poin, finalis musim lalu PSG dan Basaksehir di bawahnya dengan kemasan tiga angka.

Sebelumnya di Istanbul, Turki, United tertinggal sejak menit 12 dari Basaksehir, ketika umpan Edin Visca diakhiri striker Demba Ba dengan finis melewati hadangan kiper Dean Henderson.

Basaksehir menggandakan keunggulan sebelum turun minum. Gelandang MU Juan Mata kehilangan bola, Ba merebutnya dan gantian mengoper Visca untuk mencetak gol kedua tuan rumah.

United membalaskan satu gol tiga menit kemudian lewat sundulan Anthony Martial, namun gagal melanjutkan kiprah positifnya seperti saat menekuk Leipzig dan PSG.

“Gol pertama tak termaafkan, itu tanggung jawab saya. Anda tak bisa melihat gol separah itu pada level ini,” sesal Solskjaer.

“Anda tak boleh kebobolan gol semudah itu. Ketika Anda melakukannya, maka membuat pertandingan jauh lebih sulit untuk dimenangkan,” tambah pelatih asal Norwegia tersebut.

Menurut Paul Scholes, gelandang legendaris Red Devils dan Timnas Inggris, cara bertahan Harry Maguire dan kawan-kawan sungguh memalukan.

“Itu seperti sepakbola usia di bawah 10 tahun. Pertahanan apa yang kami lakukan saya tak paham. Gol itu lucu, menggelikan,” sentil Scholes.

Kekalahan itu terjadi setelah MU menyerah 0-1 melawan Arsenal akhiri pekank lalu pada matchday 7 Liga Premier.

“Saya tidak yakin apakah saya pernah melihat gol separah itu, terutama dalam laga sepakbola profesional. Saya jadinya ragu mereka disebut sebagai pemain profesional,” ejek Owen Hargreaves, mantan gelandang MU dan Bayern Munich. (m08/uefa/rtr)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2