Momen Tepat Carrick Tinggali MU

  • Bagikan
MEN

LONDON (Waspada): Manajer sementara Michael Carrick (foto), merasa telah mendapatkan momen tepat untuk meninggalkan Manchester United seusai menekuk Arsenal 3-2 pada matchday 14 Liga Premier.

“Saya telah memutuskan sekaranglah momen tepat bagi saya untuk meninggalkan klub. Saya ingin berterima kasih kepada semua pemain dan khususnya kepada staf ruang belakang,” ucap Carrick, seperti dilansir Reuters, Jumat (3/12).

“Bekerja berjam-jam dengan sekelompok orang yang luar biasa jelas sangat menyenangkan. Apalagi saya telah menjalin persahabatan yang bertahan lama dengan mereka,” tegas mantan gelandang The Red Devils dan Tottenham Hotspur tersebut

Carrick memimpin Setan Merah MU sejak manajer Ole Gunnar Solskjaer dipecat bulan lalu. Namun Ralf Rangnick dari Jerman mengambil alih tugas itu hingga akhir musim nanti.

“Tidak mudah untuk menyembunyikan perasaan selama beberapa hari terakhir, tetapi saya punya sebuah pekerjaan untuk dilakukan. Saya bukan yang terpenting di sini,” sentil Carrick.

“Saya sungguh ingin memenangi pertandingan untuk para pemain dan penggemar. Ini sebuah malam yang penting bagi kami semua,” klaim pemilik lima medali juara Liga Premier itu.

Carrick meninggalkan MU setelah 15 tahun bermukim di Old Trafford, terhitung sejak gabung pada 2006 dari Hotspur. Usai pensiun pada 2018, dia masuk staf pelatih tim utama MU dan menjadi bagian dari asisten manajer Jose Mourinho dan Solskjaer.

John Murtough, Direktur Sepakbola MU, mengatakan pihaknya sedih melihat Carrick mesti meninggalkan klub. “Michael pergi dengan ucapan terima kasih yang tulus dan harapan terbaik dari semua orang,” dalihnya.

“Selama 15 tahun dia memberikan pelayanan yang luar biasa kepada klub sebagai pemain dan sebagai pelatih. Meskipun kami sedih melihatnya pergi, kami menghormati dan memahami keputusan Michael,” tutur Murtough.

Kemenangan Red Devils atas The Gunners, Kamis (Jumat WIB), disaksikan Rangnick yang tampak menonton langsung di tribun VIP Old Trafford, jelang melakoni tugasnya sebagai pelatih interim. Dia baru mengantungi izin kerja beberapa jam sebelum sepak mula.

Tuan rumah MU tertinggal lebih dulu menit 12. Kiper David de Gea dijatuhkan oleh rekannya sendiri, Fred, kala mengantisipasi sepak pojok yang berakhir dengan sepakan apik Emile Smith Rowe menyelesaikan umpan Mohamed Elneny.

Sejak gol itu, Si Setan Merah lebih banyak menguasai laga. Menit 44 gelandang Bruno Fernandes mencetak gol penyama kedudukan dengan tembakan menyilangnya yang gagal dihentikan sempurna oleh kiper Aaron Ramsdale.

Bruno Fernandes menegaskan bahwa semua pemain mempunyai kesempatan yang sama untuk menembus starting XI MU di bawah eks juru taktik RB Leipzig itu.

“Semua orang tak sabar bekerja dengan pelatih baru. Bersama seseorang yang baru, ada juga kesempatan baru di sana,” tegas Fernandes.

“Semua orang mempunyai kesempatan untuk mendapat posisi. Kami akan bertemu dengan dia besok dan mulai bekerja untuk pertandingan berikutnya,” beber bintang asal Portugal itu.

Menit 52 superstar Cristiano Ronaldo membawa MU berbalik memimpin dengan tendangan sentuhan pertama untuk menyelesaikan umpan tarik kiriman Marcus Rashford.

Namun keunggulan tuan rumah hanya bertahan seumur jagung. Dua menit kemudian Martin Odegaard mengoyak gawang De Gea memanfaatkan umpan akurat dari Gabriel Martinelli.

MU lantas memperoleh hadiah tendangan penalti menit 69. Wasit Martin Atkinson dianjurkan VAR untuk mendatangi monitor tepi lapangan demi meninjau insiden pelanggaran Odegaard terhadap Fred di dalam kotak terlarang Gunners.

Ronaldo yang menjadi algojo dengan percaya diri melepaskan eksekusi penalti yang lurus ke tengah gawang, sementara Ramsdale melompat ke kiri. MU pun sukses merestorasi keunggulannya menjadi 3-2 menit 70.

Kemenangan itu membuat United naik ke peringkat tujuh nilai 21, hanya minus tiga poin dari posisi keempat yang diduduki West Ham United. (m08/rtr/bbc)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *