Waspada
Waspada » Mohammad Ahsan Latihan Porsi Ringan
Olahraga

Mohammad Ahsan Latihan Porsi Ringan

PEBULUTANGKIS ganda putra Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berlatih di Pelatnas Cipayung, Jakarta. Antara

JAKARTA (Waspada): Di tengah kekosongan turnamen, pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia, Mohammad Ahsan tetap berlatih meski dengan porsi ringan selama menjalani puasa Ramadhan.

“Sudah mulai latihan lagi, tapi latihannya intensitasnya tidak seperti biasanya,” kata Ahsan, Senin (27/4). Pasangan Hendra Setiawan itu mengaku latihan yang biasanya dua sesi pada pagi dan sore, tapi kali ini setengah hari saja, termasuk latihan teknik, fisik, dan kebugaran.

Ramadhan tahun ini menjadi berbeda daripada tahun sebelumnya bagi para pebulutangkis Indonesia, termasuk Mohammad Ahsan. Sebab, biasanya para atlet sedang mengikuti beberapa turnamen secara beruntun saat menjalani Ramadhan.

Pada tahun lalu misalnya, Mohammad Ahsan cs harus menjalani puasa Ramadhan bersamaan dengan turnamen New Zealand Open dan Piala Sudirman 2019 di China.

Bahkan ia juga harus menghabiskan Lebaran di Sydney, Australia saat dirinya tampil di Australia Open 2019. Walhasil, puasanya pun bolong-bolong.

Namun kondisi pandemi Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia di tahun ini membuat semua turnamen bulutangkis mengalami pembatalan maupun penundaan. Mohammad Ahsan dkk pun punya kesempatan untuk menjalani puasa sebulan penuh.

Tetap Jalankan Pelatnas

Seperti diketahui, PP PBSI telah mengambil keputusan untuk tetap menjalankan kegiatan latihan di Pelatnas yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Pelatimur, dengan ketentuan khusus yang mengacu pada protokol kesehatan dari pemerintah.

Keputusan itu diambil setelah PP PBSI melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR. Dalam rapat tersebut, PBSI diwakili oleh Sekjen PBSI Achmad Budiharto beserta pemain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo.

“Kami telah memutuskan bahwa atlet-atlet tidak akan dipulangkan ke rumah masing-masing, namun tetap ditempatkan di Pelatnas Cipayung. Kegiatan latihan juga tetap berjalan dengan ketentuan khusus,” kata Budi.

Menurut dia, atlet-atlet akan lebih aman jika tetap berada di lingkungan Pelatnas yang telah menjadi area karantina tertutup. Selain itu, asupan makanan serta nutrisi juga lebih terjamin dan program menjaga kebugaran atlet pun akan lebih mudah dilakukan selama di Pelatnas.

“Pada dasarnya, kesehatan dan keselamatan atlet adalah yang utama. Pelatnas merupakan area karantina tertutup. Maka dari itu, kami akan tetap menjalankan ketentuan kesehatan dari pemerintah, seperti physical distancing,” ujar Budi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Pelatnas PBSI berjalan dalam dua tahap. Pertama, dimulai pada 13 April hingga akhir Mei 2020 dengan hanya 40 persen program latihan yang berjalan dan bertujuan untuk menjaga kebugaran.

Tahap kedua akan dimulai pada 2 Juni 2020. Di tahap tersebut, Pelatnas akan berjalan normal dengan program intensif untuk peningkatan performa sekaligus persiapan jika turnamen sudah mulai berjalan pada Agustus 2020. (m42/ant)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2