Waspada
Waspada » Modal PSG Pertahankan Neymar, Mbappe
Headlines Olahraga

Modal PSG Pertahankan Neymar, Mbappe

The18

LISBON (Waspada): Sukses mencapai semifinal Liga Champions 2019/2020, menjadi modal bagi Paris Saint-Germain untuk mempertahankan striker Neymar Junior (foto kiri) dan Kylian Mbappe (foto kanan).

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi bahkan menegaskan, tidak akan membiarkan kedua bintang ini pergi. Neymar santer dikabarkan ingin dipulangkan Barcelona, sedangkan Mbappe menjadi target Real Madrid.

“Mbappe dan Neymar termasuk pemain-pemain terbaik di dunia, mungkin di empat besar atau bahkan tiga besar. Saya merasakan sesuatu yang spesial dengan mereka,” klaim Al-Khelaifi di ESPN, Kamis (13/8).

“Neymar man of the match, dia sudah melewatkan laga yang hebat. Kami sudah menemukan Neymar dalam tiga bulan terakhir, dia sudah banyak berubah di tim ini,” ujarnya lagi.

Kedua superstar yang masih terikat kontrak sampai Juni 2022 itu, Rabu (Kamis WIB), menjadi bagian penting dari sukses PSG bangkit mengatasi Atalanta 2-1 pada laga perempatfinal Liga Champions di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal.

Atalanta unggul lebih dulu lewat gol Mario Pasalic menit 27. Neymar memberikan assist untuk gol penyeimbang Marquinhos menit 90, sebelum Eric Maxim Choupo-Moting mencetak gol penentu kemenangan pasukan Thomas Tuchel menit 90+3.

Dalam laga itu, Neymar tercatat melakukan 16 dribble sukses. Rekor itu hanya mampu dilakukan Lionel Messi (Barcelona) dan Javier Zanetti (Inter Milan) dalam satu pertandingan Liga Champions.

Bomber Brazil berumur 28 tahun itu juga berperan dalam gol kedua Les Parisiens. Neymar memberikan bola kepada Mbappe yang baru masuk menit 60 menggantikan Pablo Sarabia. Mbappe lantas mengirimkan umpan tarik ke Choupo-Moting yang mulus menceploskan ke gawang La Dea.

PSG selanjutnya menghadapi pemenang laga RB Leipzig kontra Atletico Madrid pada semifinal 18 Agustus mendatang. “Kami tidak pernah berpikir tentang eliminasi dan kami tidak pernah berpikir untuk pulang,” beber Neymar.

“Tidak ada yang dapat mengalihkan pikiran saya dari kenyataan bahwa kami ingin pergi ke final. Ini laga yang hebat dan laga hebat lainnya telah menanti kami,” tambahnya.

Tuchel yang mendampingi PSG menggunakan alat bantu karena cedera kaki kiri, berkelakar tentang bagaimana dia bakal melakukan selebrasi dengan berlari sejauh 40 meter.

“Tetapi apapun itu, ini hari ulang tahun klub yang ke-50. Jelas ini momen tak terlupakan dan kami sangat senang menjadi bagian momen bersejarah ini,” tutur Tuchel.

Ini kali kedua PSG mencapai semifinal, setelah 1994/1995 ketika mereka dikalahkan AC Milan. Namun yang pertama sejak dana raksasa Qatar mengalir ke tim ibukota Prancis itu 10 tahun silam.

“Seringkali di Liga Champions detil-detil kecil jadi faktor pembeda. Entah itu situasi bola mati, momentum ataupun beberapa situasi,” ratap alenatorre Atalanta Gian Piero Gasperini. (m08/espn/uefa)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2