Modal PSG Menahan Neymar, Mbappe - Waspada

Modal PSG Menahan Neymar, Mbappe

  • Bagikan
PSG Talk

PARIS (Waspada): Paris Saint-Germain menjadikan suksesnya mendepak juara bertahan Bayern Munich di perempatfinal Liga Champions 2020/2021 sebagai modal vital untuk mempertahankan megabintang Neymar Junior dan Kylian Mbappe.

“Kini Neymar dan Kylian tidak punya alasan untuk pergi. Kami benar-benar memiliki segalanya untuk memenangi semua turnamen,” ucap Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi, seperti dilansir RMC Sport, Rabu (14/4).

“Kami memiliki tim yang hebat hari ini dan kami sedang berburu. Kami menghormati yang lain, tetapi kami berada di sana bersama mereka,” tambah Al-Khelaifi.

                                             

Menjadi tuan rumah leg2 perempatfinal di markas sendiri Stadion Parc des Princes, Paris, Selasa (Rabu WIB), PSG cenderung bermain taktikal dengan berbekalkan kemenangan 3-2 hasil leg1 pekan lalu di Munich, Jerman.

Eric Maxim Choupo-Moting mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Bayern ke gawang bekas timnya. Namun Les Parisiens berhak lolos dengan keuntungan produktivitas gol tandang dalam skor agregat 3-3.

Ini sekaligus menjadi pembalasan setimpal dari Marquinhos cs yang dipecundangi Die Bavarians 0-1 pada final musim lalu. “Kami telah berinvestasi banyak di klub untuk memenangi Liga Champions dan semua trofi yang tersedia,” klaim Al-Khelaifi.

“Kami perlu melanjutkan dan tetap tenang, karena Liga Champions belum selesai. Kami perlu bekerja lebih keras setiap hari,” harap milioner asal Qatar tersebut.

Kontrak Neymar dan Mbappe akan berakhir pada musim panas 2022. Neymar tampaknya lebih dekat untuk meneken kesepakatan baru, sedangkan Mbappe masih terus dikaitkan dengan transfer ke Real Madrid.

“Jelas saya merasa sangat nyaman dan betah bersama PSG. Saya merasa lebih bahagia daripada sebelumnya,” beber Neymar.

Bomber Brazil yang baru pulih dari cedera itu mengoleksi enam gol di Liga Champions musim ini. Mbappe berada di atasnya dengan kemasan delapan gol Liga Champions dan kini memimpin daftar top skor Ligue 1 Prancis dengan koleksi 21 gol.

Al-Khelaifi ingin menjadikan keduanya sebagas maskor Les Parisiens untuk merajai Eropa. “Keyakinan itu ada, rahasianya adalah terus bekerja. Kami menang melawan Barça dan Bayern, itu tentu berarti banyak hal,” papar pria berusia 47 tahun itu.

“Ambisi kami adalah pergi ke final dan memenangkan turnamen ini. Kami menjalaninya pertandingan demi pertandingan dan malam ini kami luar biasam,” tegas Al-Khelaifi.

PSG yang menyingkirkan raksasa Barcelona di babak 16 besar, masih menunggu Manchester City atau Borussia Dortmund sebagai lawannya di semifinal.

Tim asuhan Mauricio Pochettino itu banyak menciptakan kesempatan bagus ketika menjamu Bayern di Paris. Menit sembilan bola umpan tarik Mbappe jatuh di hadapan Neymar setelah membentur Lucas Hernandez dan Joshua Kimmich. Sayang penyelesaian bintang Brazil itu masih bisa dimentahkan kiper Manuel Neuer.

Neymar kembali gagal menaklukkan Neuer ketika menerima umpan kiriman Mbappe menit 28. Padahal dia sudah tanpa hadangan dan tembakannya mampu dihalau secara gemilang oleh kiper utama Timnas Jerman itu.

PSG yang relatif tampil lebih dominan dibanding leg pertama, seolah tak dinaungi keberuntungan ketika dua peluang beruntun dari Neymar membentur mistar gawang Die Roten menit 39.

Kegagalan itu lantas harus dibayar mahal. Semenit kemudian Choupo-Moting mampu membawa Bayern memimpin dengan kesigapannya menyambar bola muntah hasil tembakan Kingsley Coman yang tak dihentikan sempurna oleh kiper Keylor Navas.

“Kami terus bangkit, Begitu banyak kegembiraan dan emosi. Malam ini adalah sebuah peperangan yang mestinya bisa kami menangi,” tegas Presnel Kimpembe, bek sentral sekaligus kapten PSG.

“Ini sungguh laga yang sulit, tetapi performa tim luar biasa. Saya sangat bangga, sebab walau kalah banyak aspek positifnya,” klaim Kimpembe.

“Kami bisa mengalahkan tim terbaik musim lalu untuk mencapai semifinal. Saya pikir kami pantas mendapatkannya,” timpal Angel Di Maria, winger PSG asal Argentina.

“Kami bekerja keras untuk memperbaiki posisi selama pertandingan dan melakukan hal-hal yang lebih baik, terutama di sayap. Kami membiarkan mereka membuka lebih sedikit, sayang sekali kami tidak mencetak gol,” papar Pochettino.

“Mereka telah memenangkan segalanya, tetapi sepak bola adalah olahraga yang indah. Anda harus berjuang dan tidak boleh menyerah, kami juga memiliki kualitas jadi dan kami membuktikan itu,” pungkasnya. (m08/rmc/afp)

  • Bagikan