Misteri Main Mueller

  • Bagikan
BeSoccer

MUNICH (Waspada): Gelandang serang Thomas Mueller (foto tengah), dilaporkan mengalami cedera lutut. Partisipasinya pun menjadi misteri saat Jerman menjamu Hungaria pada matchday pamungkas Grup F Euro 2020 di Allianz Arena, Munich, Kamis (24/6) dinihari mulai pkl 0200 WIB.

“Mengenai Mueller, keputusannya akan lihat waktu demi waktu. Saya belum bisa menjawabnya,” jelas Jens Grittner, juru bicara Der Panzer, seperti dikutip dari DPA, Selasa (22/6).

Bintang Bayern Munich itu tampil penuh saat Tim Panser menggilas Portugal 4-2 pada matchday 2 akhir pekan lalu di Munich. Mueller sepertinya tanpa masalah, kemudian dikabarkan mengalami cedera lutut dan absen dalam sesi latihan pasukan Joachim Loew.

Namun mengingat krusialnya laga kontra Hungaria untuk kelolosan atau pemilihan calon lawan berikutnya bagi Toni Kroos cs, Loew sepertinya tetap akan memainkan gelandang senior berumur 31 tahun itu.

Selain Mueller, Loew juga dipusingkan dengan cedera ringan Mats Hummels, Ilkay Guendogan dan Lukas Halstenberg. Die Mannschaft kini menduduki peringkat dua Grup F dengan kemasan tiga poin, minus satu angka di bawah juara dunia Prancis yang sudah memastikan lolos babak 16 besar.

“Kami sudah bertarung dengan cemerlang melawan Portugal dan telah menunjukkan moral yang hebat. Kami melancarkan banyak serangan bagus dan itu masih bisa ditingkatkan lagi,” ucap Loew.

“Beberapa hal mesti kami tingkatkan lagi dan kami harus menentukan nasib kami sendiri. Jadi kami tak boleh kehilangan fokus,” timpal Mueller.

Menurut Kai Havertz yang membentuk trisula dahsyat di lini depan Jerman bersama Mueller dan Serge Gnabry, Hungaria merupakan lawan sulit yang tidak boleh diremehkan. Terbukti Hungaria akhir pekan lalu mampu menahan Prancis 1-1 di Budapest.

“Hungaria akan menjadi lawan tangguh yang tidak bisa Anda remehkan. Mereka sangat kuat dalam bertahan, mereka akan menjadi lawan yang sulit lagi,” ucap bintang baru Chelsea itu.

Sepanjang sejarah, Panser sudah 33 kali menjajal Hungaria. Hasilnya Jerman 13 kali, seri dan kalah sama-sama 10 kali. Khusus di turnamen resmi, keduanya baru dua kali berjumpa dengan hasil Hungaria menang 8-3 dan Jerman membalasnya dengan skor 3-2 di Piala Dunia 1954.

“Kami tidak boleh kehilangan fokus, karena Hungaria bisa menjadi lawan yang sangat alot untuk dihadapi,” ucap Havertz.

“Seluruh tim tertarik ke arah yang sama. Kami mendapatkan ganjaran karena semangat tim dan semoga itu terus berlanjut,” harap Robin Gosens, bek kiri Panser yang sedang naik daun. (m08/dpa/uefa)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.