Waspada
Waspada » Minions Beda Blok Endo/Watanabe
Olahraga

Minions Beda Blok Endo/Watanabe

Drawing All England

PBSI

JAKARTA (Waspada): Drawing All England telah dirilis dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (foto) berada di blok yang terpisah dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Kevin/Marcus yang jadi unggulan pertama berada di blok atas sedangkan Endo/Watanabe yang jadi unggulan keempat ditempatkan di blok bawah.

Kevin/Marcus berpotensi berhadapan dengan sejumlah unggulan di blok atas yaitu unggulan keenam Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di perempatfinal dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda atau Marcus Ellis/Chris Langridge di babak semifinal.

Di babak pertama, Kevin/Marcus bakal lebih dulu bertemu wakil Jerman, Jones Ralfy Jansen/Peter Kaesbauer. Endo/Watanabe yang berada di blok bawah berpotensi berjumpa Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan atau Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di semifinal.

Ahsan/Hendra lebih dulu mengawali perjalanan dengan melawan wakil tuan rumah yang tampil cukup apik di seri turnamen Thailand, Ben Lane/Sean Vendy. Fajar/Rian akan berhadapan dengan wakil Nigeria, Godwin Olofua/Anuoluwapo Juwon Opeyori.

Dengan kondisi tersebut, Kevin/Marcus hanya bisa berjumpa Endo/Watanabe di babak final. Tahun lalu, Endo/Watanabe mengalahkan Kevin/Marcus di babak final dengan skor 21-18, 12-21, 21-19.

Seperti diketahui, pasangan berjuluk The Minions itu selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir. Sementara Endo/Watanabe tercatat baru dua kali kalah dari pasangan ganda putra Indonesia nomor satu dunia tersebut.

Dua kekalahan itu terjadi di awal-awal pertemuan kedua pasangan. Terakhir kali The Minions bertemu dengan Endo/Watanabe yakni saat takluk pada final All England 2020 di Birmingham, Inggris, 15 Maret lalu.

Pada nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang jadi unggulan ketiga bakal memulai perjalanan dengan menghadapi Kilasu Ostermeyer/Franziska Volkmann dari Jerman.

Greysia/Apriyani berada di blok atas bersama sejumlah unggulan lain yaitu Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (unggulan 1), Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (unggulan 6), dan Chloe Birch/Lauren Smith (unggulan 7).

Sementara itu, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengumumkan bahwa anggota Timnas Indonesia yang ikut di turnamen Super 300 Swiss Open terpaksa tak bisa melanjutkan keikutsertaannya di All England karena terkait pandemi.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaki, keputusan tersebut terjadi lantaran sepulang dari Swiss, peserta harus menjalani isolasi selama satu minggu sehingga tak punya waktu cukup untuk berangkat ke Birmingham, Inggris.

“Iya, jadi untuk pemain-pemain Swiss itu tidak mungkin untuk lanjut tampil di All England. Karena secara persiapan tidak memungkinkan mereka bisa main maksimal,” tutur Rionny melalui keterangan tertulis PBSI di Jakarta, Selasa.

“Ketika mereka pulang dari Swiss kan perlu isolasi dulu di Jakarta, jadi waktunya tidak cukup untuk mengejar ke Birmingham. Kalau mereka langsung lanjut ke Birmingham pun risikonya terlalu besar, karena di sana penyebaran COVID-nya masih tinggi,” ungkapnya.

Terkait nasib Gregoria Mariska Tunjung, menurut Rionny, anak didiknya ini tidak bisa tampil di Swiss Open. Pasalnya, PBSI telah menarik keikutsertaannya dari turnamen tersebut karena Juara Dunia Junior 2017 ini lebih difokuskan untuk tampil di All England.

Skuad Merah Putih yang batal tampil di All England 2021 adalah dari ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri

Ganda Putri: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah. Ganda Campuran: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. (m18cnni/ant)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2