Waspada
Waspada » Mimpi Insan Olahraga Dalam Genggaman Gubernur
Olahraga

Mimpi Insan Olahraga Dalam Genggaman Gubernur

GUBSU Edy Rahmayadi saat mendengarkan pemaparan maket pembangunan Sport Center Sumut yang akan dibangun di Desa Sena, Deliserdang. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Mungkin sedikit masyarakat Sumut yang mengenal Abdul Hakim Harahap, salah seorang putra terbaik Tapanuli Selatan. Jasa beliau terhadap negara dan khususnya Sumatera Utara sangatlah besar dan fenomenal.

Beberapa jabatan penting pernah dia pegang, seperti Penasehat Delegasi Konferensi Meja Bundar di Den Hag (1949), Duta Besar di Pakistan (1950), Wakil Perdana Menteri (1950), Menteri Pertahanan (1955) dan Gubernur Sumatera Utara ke-3 (1951-1953).

Sampai saat ini kita masih menikmati sumbangsih karyanya yang fenomenal, yaitu Universitas Sumatera Utara dan Stadion Teladan Medan.

Pada tahun 1953 Stadion Teladan digunakan untuk menggelar PON ke-3 (1953). Saat itu Jawa Barat meraih juara umum. Stadion Teladan juga pernah dan menjadi perhatian dunia, terutama pecinta olahraga sepakbola.

Pada masa Gubernur Sumut ke-9 Marah Halim Harahap (1967-1978), beliau mengagas turnamen sepakbola bertaraf internasional. Marah Halim Cup diikuti klub besar dunia dan terdaftar dalam agenda FIFA (1972-1995).

Prestasi Dan Pengelolaan

Selama penyelengaraan PON, Sumut belum pernah mencicipi juara umum dan pada PON 2016 Sumut menduduki peringkat ke-9. Rencana PON XX di Papua, Sumut hanya meloloskan 28 cabor dengan 184 atlet. Selanjutnya PON XXI akan diselenggarakan bersama Aceh-Sumut pada tahun 2024 menjadi tantangan berat bagi Pemprovsu.

Sebenarnya potensi dan peluang yang dimiliki Sumut sangat luar biasa. Karakter masyarakat Sumut adalah petarung. Bisa dikatakan lumbung atlet nasional ada di Sumut dengan banyak atlet asal Sumut yang membela provinsi lain.

Menurut hemat saya, selama lebih 20 tahun berkecimpung di dunia olahraga, untuk membangun prestasi olahraga dimulai dan ditentukan dari niat baik serta kesungguhan dari seorang gubernur.

Dalam pelaksanaannya gubernur mendelegasikan tugasnya pada Dispora untuk membuat konsep dan manejemen. Sedangkan KONI sebagai eksekutor mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi. Selanjutnya seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dilibatkan secara komprehensif dan terintegrasi.

Dispora, KONI Provinsi, KONI Kab/Kota, insan olahraga, dan pemangku kepentingan lainya saling bersinergi dalam kerjasama yang terus berkesinambungan, dan satu hal yang terpenting yaitu jangan ada lagi nuansa politik mewarnai dalam pemilihan pengurus KONI.

Dukungan dana juga sangat penting dan sama pentingnya dengan integritas yang wajib dimiliki para pengurus olahraga dengan prinsip “the right man in the right place” tidak bisa ditawar lagi.

Harapan Insan Olahraga

Pada 24 April 2018 berlangsung Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) dan hasil bidding PON XXI ditetapkan Aceh-Sumut sebagai penyelengara. Delegasi Sumut dipimpin Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung dan Muaythai Indonesia Sumatera Utara salah satu cabor yang ikut mewakili.

Momentum PON XXI adalah peluang emas Sumut membangun prestasi olahraga dan lebih bersyukur lagi, kita memiliki gubernur dan wakilnya yang sangat cinta dengan olahraga.

Sebagai upaya persiapan penyelengaraan PON XXI, pada Agustus 2020 Gubsu Edy Rahmayadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sport Center Sumut. Pembangunan kawasan itu berkah bagi masyarakat Sumut, khususnya Deliserdang dan simbol dari kebangkitan prestasi olahraga Sumut.

Perhatian yang sangat besar dari Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah membangkitkan semangat insan olahraga Sumut untuk lebih memacu prestasi baik tingkat nasional maupun internasional.

Insya Allah akan lahir legenda hidup olahraga yang dapat mewujudkan mimpi puluhan tahun masyarakat Sumatera Utara untuk meraih juara umum PON dan semoga pada PON XXI 2024 mimpi itu menjadi kenyataan. *Penulis Sekjend Muaythai Indonesia Sumatera Utara.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2