Waspada
Waspada » Merah Tetap Membela Alisson
Olahraga

Merah Tetap Membela Alisson

KIPER Alisson Becker, Jordan Henderson dan Gigi Wijnaldum (kanan ke kiri), gundah akibat dipecundangi Manchester City di Stadion Anfield. This Is Anfield

LONDON (Waspada): Dua blunder yang dilakukan kiper Liverpool Alisson Becker menghadiahkan kemenangan 4-1 bagi tim tamu Manchester City pada matchday 23 Liga Utama Inggris.

Kesalahan Alisson di Stadion Anfield itu, Minggu (Senin WIB), berujung gol kedua Ilkay Gundogan serta gol Raheem Sterling. Disusul gol penutup gemilang dari Phil Foden, membuat gol tendangan penalti Mohamed Salah tak ada artinya bagi Si Merah.

Hanya saja gelandang Gigi Wijnaldum dan manajer Jurgen Klopp tetap membela kiper Brazil berumur 28 tahun tersebut.

“Anda pasti tahu setiap orang bisa melakukan kesalahan. Jika melihat keseluruhan musim, tidak tahu lagi berapa banyak pemain yang melakukan kesalahan,” klaim Wijnaldum, seperti dikutip dari Goal, Senin (8/20.

“Jika Anda melihat sisi lain, dia (Alisson) menyelematkan kami begitu banyak. Tapi itu (kritikan) akan selalu terjadi jika penjaga gawang membuat blunder,” tambah gelandang asal Belanda itu.

Si Merah tengah berada dalam momentum kebangkitan, setelah penalti Salah menit 63 menawarkan keunggulan Manchester Biru lewat gol pertama Gundogan menit 49. Namun Alisson melakukan dua blunder umpan beruntun yang dikonversi menjadi gol kedua Gundogan (73’) serta gol Sterling (76’).

Mantan kiper AS Roma yang sudah terpukul itu, tak bisa berbuat banyak ketika Foden memperlihatkan aksi individual gemilang yang diakhir dengan sepakan tajam untuk mengunci kemenangan Citizens menit 83.

“Kami lebih kecewa karena kami tidak bisa mengubahnya. Berapa kali dia telah menyelamatkan kami dan dia memenangkan trofi untuk kami,” bela Wijnaldum.

Menurut Klopp, tidak ada yang bisa dilakukan Alisson selain belajar dari kesalahan dimaksud. Dia yakin kiper andalan Timnas Brazil itu akan melakukannya agar hal serupa tidak terulang lagi.

“Malam ini jelas sangat berpengaruh besar, tetapi dia menyelamatkan kami entah berapa kali banyaknya,” kata mantan pelatih FSV Mainz dan Borussia Dortmund itu.

“Dia kiper kelas dunia, meski malam ini segalanya serba salah. Kami harus menerima dan itu yang harus kami lakukan,” tegas Klopp.

Hasil kontra City membuat Liverpool untuk pertama kalinya sejak September 1963 menelan tiga kekalahan beruntun di Anfield. Juara bertahan The Reds pun tertahan di peringkat empat mengoleksi nilai 40 dari 23 pertandingan, tercecer 10 angka di bawah pemimpin klasemen Citizens yang baru 22 kali main.

“Anfield tanpa penonton sungguh berbeda. Saya bisa membayangkan ketika mereka menyamakan kedudukan 1-1 dan bagaimana pengaruh suporter terhadap para pemain Liverpool saat itu,” papar Pep Guardiola, pelatih City asal Spanyol.

Pep mengaku bangga pasukannya mampu mematahkan keangkeran Anfield setelah 18 tahun lamanya. Hasil itu memang menjadi kemenangan pertama The Eastlands di markas Mayseyside Merah terhitung sejak 2003 silam.

“Tentu saja saya bangga dengan para pemain yang mematahkan rekor buruk sekian lama. Semoga saja kami bisa melakukannya lagi ketika tribun penonton terisi,” harap Guardiola.

Setelah membuang eksekusi penalti di babak pertama, Gundogan menebusnya dengan menyumbangkan dua gol dalam permainan aktif.

“Kami bereaksi sangat bagus, tak satu pun pemain kami menurunkan level permainan. Mereka meningkat dengan karakter luar biasa, komitmen para pemain yang ada di bangku cadangan juga terlihat dengan menyemangati rekan-rekannya,” puji Pep.

Citizens selanjutnya akan menjamu Tottenham Hotspur pada matchday 24 di Etihad, Sabtu (13/2). Tetapi tiga hari sebelumnya Kevin de Bruyne cs lebih dulu menyambangi kandang tim strata kedua Swansea City untuk laga putaran kelima Piala FA.

Sedangkan Liverpool akan mendapat kesempatan beristirahat hampir sepekan, sebelum melakoni putaran 24 di markas Leicester City, 13 Februari mendatang. (m08/goal/rtr)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2