Waspada
Waspada » Merah Pesimis Pertahankan Mahkota
Olahraga

Merah Pesimis Pertahankan Mahkota

BINTANG kemenangan Burnley, Ashley Barnes, membobol gawang kiper Liverpool Alisson Becker melalui eksekusi penalti di Stadion Anfield. The Sun

LONDON (Waspada): Burnley meruntuhkan keangkeran Stadion Anfield sekaligus memaksa berlanjutnya paceklik gol juara bertahan Liverpool pada matchday 19 Liga Premier.

Meski lebih banyak ditekan dalam laga Kamis (Jumat WIB) itu, Burnley secara mengejutkan jadi pemenang berkat gol semata wayang dari eksekusi penalti Ashley Barnes.

Itu kemenangan perdana The Clarets di Anfield sejak 1974 silam. Hasil itu juga menyudahi rentetan nirkalah Liverpool dalam 68 pertandingan kandang beruntun sejak April 2017.

Manajer Jurgen Klopp pun menjadi pesimis Si Merah dapat mempertahankan mahkota juaranya. Liverpool tertahan di peringkat empat nilai 34 dari 19 partai, tercecer enam poin di bawah pemimpin klasemen Manchester United.

“Betapa konyolnya saya setelah kalah melawan Burnley, tak mencetak gol dalam tiga atau empat laga, lantas diminta bicara soal peluang juara,” ratap Klopp, seperti dilansir Reuters, Jumat (22/1).

“Yang harus kami lakukan adalah memenangi pertandingan, untuk itu kami mesti mencetak gol. Sederhana saja, itu keadaan yang harus kami ubah dan pecahkan,” papar pelatih asal Jerman tersebut.

Tren paceklik gol itu cukup ironis. Sebab The Reds masih tercatat sebagai tim paling produktif di liga musim ini dengan koleksi 37 gol. Sebelum mandul, Mohamed Salah cs menggunduli Crystal Palace 7-0 hanya dari tujuh tembakan tepat sasaran.

“Memang kami berada dalam periode yang kurang beruntung, tetapi rasanya itu menjadi alasan terlalu murahan untuk diucapkan,” klaim Klopp.

“Saya pikir permasalahan kami adalah pengambilan keputusan. Itulah yang menjadi alasan kenapa kami gagal mencetak gol dalam beberapa laga terakhir,” tutur mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Liverpool melepaskan 27 percobaan tembakan ke gawang Burnley sepanjang 90 menit penuh, enam di antaranya menemui sasaran. Tetapi tak satu pun mampu merusak jala gawang kiper Nick Pope.

Ketika peluit tanda istirahat berbunyi, terjadi sedikit insiden antara Fabinho dan Barnes. Wasit Mike Dean memberikan kartu kuning kepada Fabinho, sedangkan Barnes yang sudah mendapat kartu kuning sebelumnya luput dari hukuman.

Nick Pope melakukan sejumlah penyelamatan gemilang untuk meredam serangan Salah dan Trent Alexander-Arnold di awal babak kedua.

Frustrasi yang melanda Merah dimanfaatkan tim tamu menit 83. Barnes berhasil melepaskan diri dari kawalan Fabinho dan jatuh ketika dihadang kiper Alisson Becker, Dean langsung menunjuk titik putih.

Barnes lantas melepaskan eksekusi keras tak terjangkau Alisson untuk mencetak gol ke-100 sepanjang kariernya sembari membawa Burnley memimpin  menit 83.

“Kemudian mereka mendapatkan penalti. Alisson mengatakan kepada saya bahwa dia tidak menyentuhnya, tetapi saya tidak melihatnya kembali,” jelas Klopp.

“Duel yang sangat sulit. Kami ingin memainkan penguasaan bola yang bagus dan kami menciptakan cukup banyak (peluang) untuk mencetak gol,” timpal Gigi Wijnaldum, gelandang Liverpool asal Belanda.

“Namun sayangnya kami tidak bisa. Kami tidak cukup tajam dan mereka mendapat penalti,” sesal Wijnaldum.

Sedangkan Sean Dyche selaku pelatih Burnley, mengaku sangat bangga dengan penampilan dan semangat tempur pasukannya. “Kami mengerjakan hal-hal mendasar dengan begitu baik,” jelasnya.

“Liverpool berusaha membongkar bentuk permainan kami, tapi ketekunan anak-anak sungguh luar biasa. Kami tidak kekurangan keyakinan dan Barnes mendapat penalti kemudian mengeksekusinya dengan baik,” pungkas Dyche. (m08/rtr/espn)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2