Waspada
Waspada » Menyemai Data Sejarah Olahraga Pada Atlet
Olahraga

Menyemai Data Sejarah Olahraga Pada Atlet

SEJARAH keolahragaan nasional/Indonesia, jika didalami secara teliti, kita akan menemui fakta-fakta menarik, bahkan banyak berbeda dengan kesejarahan olahraga negara lain.

Kita sebut saja sepakbola. Didirikan 19 April l930 di Yogyakarta sebagai sarana melawan penjajahan Belanda, mengimplementasikan Sumpah Pemuda, 28 Oktober l928.

Demikian juga banyak masyarakat olahraga, bahkan atlet yang tidak tahu, kenapa tanggal 9 September ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Penetapan Haornas oleh Presiden Soekarno, terkait dengan tanggal pembukaan/peresmian Pekan Olahraga Nasional (PON) I di Solo l948.

PON I dilaksanakan menjawab propaganda penjajah Belanda yang menyatakan Pemerintah Indonesia collaps, akibat aksi militer Belanda yang merebut Jakarta dan beberapa kota lainnya, sehingga Pemerintah RI terpaksa hijrah ke Yogyakarta. Saat itu Belanda menyatakan RI hanya terdiri atas Pulau Sumatera, Jawa dan Madura saja.

Dengan dilaksanakannya PON I, saat mana hadir juga 3 utusan PBB, propaganda Belanda langsung sirna, karena terbukti Pemerintah RI dengan Presiden Sukarno dan Wapres Moh. Hatta masih tetap eksis melaksanakan pemerintahan, bahkan diakui dunia.

Selanjutnya penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta l962, juga merupakan perjuangan yang tak kenal lelah Pemerintah RI. Sejak AG I tahun l951 di New Delhi, Presiden Soekarno memerintahkan, agar Jakarta ditunjuk sebagai pelaksana AG berikutnya, tapi ditolak dengan alasan Jakarta tidak punya fasilitas olahraga untuk International Games.

Alasan yang sama selalu dijadikan dasar AGF (Asian Games Federation) menolak Jakarta, sampai perjuangan akhir di AG III l958. Indonesia mencalonkan diri lagi, tapi masih divoting melawan Pakistan, padahal Pakistan telah menyatakan mengundurkan diri.

Setelah terpilih, Indonesia membalas penghinaan berkali-kali AGF dengan melaksanakan pembangunan sarana olahraga plus implikasi fisik dan nonfisik lainnya demi  AG IV l962.

Ternyata Jakarta bukan saja mampu membangun sarana olahraga intenasional luar biasa, termasuk Stadion Utama terbesar dan termegah di Asia.

Genefo

Penyelenggaraan AG IV mengangkat harkat dan martabat Indonesia, meskipun kemudian diskors IOC, karena Indonesia tidak mengundang Israel dan Taiwan sebagai peserta.

Kedua negara tersebut tidak punya hubungan diplomatik dengan RI. Bayangkan, setelah 56 tahun kemudian, Indonesia baru mampu melaksanakan AG lagi yakni AG XVIII tahun 2018.

Akibat skorsing IOC terhadap Indonesia tahun l962, Presiden Soekarno marah besar,  langsung  memerintahkan melaksanakan Ganefo, sebagai saingan Olympic Games.

Dengan persiapan yang tidak sampai setahun Ganefo (Games of the New Emerging Forces/Pesta Olahraga Negara-negara Kekuatan Baru) dapat dilaksanakan di Jakarta l963, diikuti 54 negara. Membuat dunia kagum.

Apa yang kita kemukakan di atas adalah data-data sejarah keolahragaan Indonesia yang jelas sama sekali tidak dapat dipisahkan dari masalah politik.

Sampai sekarang pun sebenarnya olahraga tidak dapat dipisahkan dari politik secara harfiah, meskipun IOC selalu berkilah: “Sport is sport”.

Terkait dengan masalah fakta-fakta sejarah tersebut, dari hasil temu bicara dengan sekian banyak atlet, bahkan pengurus berbagai cabang olahraga, bisa disimpulkan; “Hanya beberapa gelintir saja atlet/pengurus olahraga yang tahu data sejarah olahraga nasional”.

Mungkin karena itu, Bendahara KOI Richard Sudjani Sosro punya ide untuk menjadikan data sejarah tersebut sebagai salah satu dasar untuk disemaikan ke dalam benak para atlet, agar dapat mengembangkan wawasan nasionalisme.

Kita tahu dan sadar, bahwa  saat ini yang paling popular untuk menanamkan nasionalisme adalah dengan sistem bonus, mengakibatkan nasionalisme para atlet umumnya hanya setipis kulit ari belaka.

Menyemaikan data-data sejarah keolahragaan nasional ke benak para atlet, terutama yang punya kewajiban bertarung di persada internasional, sudah saatnya didukung penuh oleh pemerintah dan komunitas olahraga. Semoga. *

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2