Meneer Bingung Menyerah

  • Bagikan
Getty Images

BUDAPEST (Waspada): Bek Matthijs de Ligt (foto kanan), gelandang Georginio Wijnaldum dan pelatih Frank de Boer, bingung Belanda bisa menyerah 0-2 dari Republik Ceko pada laga babak 16 besar Euro 2020.

Apalagi dalam laga di venue netral Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Minggu (Senin WIB) itu, Meneer mampu mengendalikan keadaan sekaligus mendominasi permainan sepanjang babak pertama.

“Saya pikir kami bisa mengendalikan pertandingan. Ada beberapa peluang, terutama di babak pertama dan saya pikir mereka tidak banyak menciptakan peluang,” jelas De Ligt melalui NOS TV, Senin (28/6).

Situasi pertandingan berubah drastis sejak De Ligt diganjar kartu merah oleh wasit Sergei Karasev menit 52. Bek Juventus itu kedapatan melakukan pelanggaran handball dalam serangan balik Ceko.

Permainan De Orange jadi sulit berkembang hanya dengan 10 pemain. Gelandang Tomas Holes dan striker Patrik Schick mampu memanfaatkannya demi membawa Ceko menang dengan gol masing-masing menit 68 dan 80.

“Tentu saja rasanya sangat buruk. Kami pada dasarnya kalah karena saya,” ratap De Ligt.

“Jika dipikir-pikir, saya seharusnya tidak membiarkan bola memantul sebelumnya. Tentu saja kartu merah itu membuat segalanya berbeda,” sesalnya lagi.

Meneer sebenarnya sangat diunggulkan karena menjadi satu dari tiga tim yang menyapu bersih kemenangan di fase grup. Belanda juara Grup C pasca menaklukkan Ukraina 3-2, Austria 2-0 dan Makedonia Utara 3-0.

“Gol yang kami berikan, peluang yang tidak kami ambil, semua terlintas di kepala. Setelah kartu merah kami merasa sulit untuk menempatkan mereka di bawah tekanan,” klaim Wijnaldum, kapten Belanda yang baru mandah dari Liverpool ke Paris SG.

“Pertandingan menjadi berjalan sulit. Entah bagaimana kami tidak bisa menghadapi cara mereka menekan kami. Kami tidak dapat membuat spasi,” jelas Wijnaldum.

Menurut De Boer, Meneer sebenarnya tampil lebih baik dibandingkan ketika berjaya di tiga laga fase Grup C.

“Saya pikir kami lebih baik sampai kartu merah, karena kami mendominasi permainan. Denzel (Dumfries) mencapai garis depan beberapa kali di babak pertama begitu pula Patrick (van Aanholt),” jelas De Boer.

“Tetapi sentuhan terakhir mereka seharusnya lebih baik, sebab permainan seperti ini berputar di sekitar satu atau dua momen. Hal terburuk melawan tim seperti mereka adalah tertinggal, karena mereka bisa menampilkan permainan persis seperti yang mereka inginkan,” pungkasnya. (m08/nos)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.