Waspada
Waspada » Marquez Akan Ajari Alex Adaptasi Honda RC213V
Olahraga

Marquez Akan Ajari Alex Adaptasi Honda RC213V

Moto.it
Moto.it

MADRID (Waspada): Mantan pembalap Tim Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengatakan juara dunia Marc Marquez (foto kiri) akan mengajari adiknya Alex Marquez (foto kanan) dalam meniti karier di MotoGP.

Terutama dalam beradaptasi dengan motor Honda RC213V, yang menurut Lorenzo, tidak mudah untuk dijinakkan.

Marquez pun bakal menjadi guru yang tepat bagi Alex yang baru promosi ke MotoGP pasca menjuarai Moto2 musim lalu.

“Alex tentu memiliki gen yang baik, karena keluarga Marquez telah menjadi juara dunia beberapa kali. Kini Alex memiliki guru terbaik,” ucap Lorenzo lewat Tutto Motori Web, Minggu (26/4).

“Pada awalnya ada sedikit tekanan bagi dia untuk mengendarai Honda, karena itu tentu tidak mudah,” papar juara dunia tiga kali di MotoGP saat mengenderai motor Yamaha tersebut.

Lorenzo menyebutkan, Marquez yang dijuluki The Baby Alien alias Si Bayi Ajaib memang lebih unggul daripada semua pembalap MotoGP yang ada sekarang ini.

Tak heran jika superstar asal Spanyol berumur 27 tahun itu mampu mendominasi MotoGP sejak promosi dari Moto2 pada musim 2013 silam.

“Kini Marc lebih unggul dari semua. Tetapi bukan berarti bahwa dia tidak terkalahkan. Ada pembalap dan merek yang bisa mengalahkannya,” tutur rider Spanyol berusia 32 tahun tersebut.

Dia pun menyebutkan tiga nama sebagai kompetitor kuat buat Si Bayi Ajaib.

Mulai dari Andrea Dovizioso (Ducati) sampai Maverick Vinales (Yamaha) dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT).

“Sebagai contoh, saya melakukannya pada 2015 dan Dovizioso hampir melakukannya pada 2017, ketika tidak ada yang mengharapkannya,” kenang Lorenzo yang sekarang menjadi pembalap penguji itu Monster Energy Yamaha.

“Quartararo sudah sering bertempur melawannya. Memang benar bahwa dia kalah, tetapi juga benar bahwa itu hanya musim debutnya. Lantas ada Vinales yang semakin nyaman di atas motor,” katanya lagi.

Hanya saja Lorenzo ragu apakah MotoGP 2020 ini bisa dilangsungkan akibat pandemi virus corona yang bermula dari Kota Wuhan di China.

Apalagi balapan seri perdana di Qatar terpaksa dibatalkan, sedangkan 10 seri setelah itu harus ditunda.

Korban teranyar penundaan adalah MotoGP Finlandia yang seharusnya berlangsung di Sirkuit Kymi Ring, 12 Juli mendatang.

“Saya harap saya salah, tetapi saya tidak berpikir akan ada balapan tahun ini,” jelas Lorenzo.

Hingga hari Minggu kemarin, jumlah orang yang terjangkit Covid-19 masih terus bertambah dan hampir mencapai 3.000.000 orang, lebih dari 200.000 orang di antaranya meninggal dunia.

“Setelah tiga pekan, lantas ada momen krisis, kami benar-benar ingin keluar. Tetapi ini waktunya untuk bertanggung jawab, salah satu tips berguna adalah dengan tidak menonton berita,” jelas Marquez.

“Dunia seakan berakhir. Sangat penting memang untuk tetap mendapat informasi, tetapi lebih baik tidak panik,” pungkas pemilik enam titel juara dunia MotoGP tersebut. (m15/tmw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2