Waspada
Waspada » Mantan Pemain PSMS Tetap Independen
Olahraga PSMS Medan

Mantan Pemain PSMS Tetap Independen

MEDAN (Waspada): Mantan pemain PSMS Medan menyatakan posisinya tetap independen atau tidak memihak mana pun, khususnya dalam masalah perselisihan antara PT Kinantan dan PSMS versi RAB yang sama-sama mengklaim berhak mengelola PSMS.

Ketua Mantan Pemain PSMS, Witya Fusen didampingi Sekretaris Arianto, Bendahara HM Siddik pun meluruskan terkait kehadiran pihaknya dalam acara ramah tamah yang diadakan klub-klub anggota PSMS di Kafe Wali Jl STM Medan, beberapa pekan lalu.

“Kami datang semata-mata hanya untuk memenuhi undangan dan tidak ada membuat pernyataan sikap dukung mendukung. Mereka juga sahabat dan saudara kita sesama mantan pemain PSMS,” ujar Witya Fusen, Rabu (22/7).

Menurutnya, kegiatan ramah tamah tersebut dibuat pengurus klub-klub anggota PSMS. “Klub-klub tersebut telah banyak melahirkan pemain hebat yang disumbangkan untuk PSMS sampai ke Timnas, termasuk kami di dalamnya. Kami tidak mau dikatakan kacang lupa pada kulitnya jika tidak memenuhi undangan ramah tamah tersebut,” tambahnya.

Untuk itu, kata Witya Fusen, kehadiran pengurus Mantan PSMS hanya ingin beramah tamah atau silaturahim sekaligus mendengar dan mencari tahu apa sebenarnya permasalahan yang sedang terjadi di tubuh PSMS.

“Namun terlepas dari itu semua, kami menilai ini adalah masalah yang dapat berakibat besar. Apalagi PSMS saat ini sedang melakukan persiapan mengikuti Liga 2,” terangnya.

 “Kita ingat permasalahan tahun lalu yaitu adanya gugatan dari Sukri (mantan pengurus PSMS) perihal logo PSMS. Sehingga sponsor membatalkan niatnya untuk mendukung karena tidak berani ambil resiko. Alhasil persiapan PSMS berlaga di Liga 2 tahun 2019 sedikit terganggu sehingga PSMS akhirnya gagal naik ke Liga 1,” bebernya.

Segera Selesai

Sebagai mantan pemain PSMS, dirinya sangat berharap permasalahan ini segera selesai sehingga tidak mengganggu persiapan PSMS yang akan berlaga pada bulan Oktober nanti.

“Kita ingin PSMS dengan mayoritas pemain muda ditambah pemain-pemain berpengalaman lainnya dapat meraih perestasi gemilang dan naik ke Liga 1 musim depan. Kita ingin PSMS kembali menjadi tim yang disegani,” tambahnya.

Fusen pun mengatakan pihaknya bangga mempunyai Gubernur H Edy Rahmayadi yang serius membina PSMS untuk mengembalikan nama besar tim seperti masa jayanya dulu.

“Kami mengharapkan semoga Bapak Gubernur tidak bosan dan terus memberikan support kepada PSMS sehingga dapat berlaga di Liga 1 musim depan,” tambahnya.

Ditegaskannya, secara organisasi mantan pemain PSMS tidak berpihak ke manapun, namun tetap mendukung pengurus PSMS yang sah di mata hukum dan diakui oleh PSSI. Sehingga ke depan PSMS tidak akan ricuh lagi dan fokus terhadap perestasi.

“Namun kami tetap akan kritis memberikan saran dan masukan yang positif baik terhadap pemain, pelatih maupun manajemen tim apabila terdapat kekeliruan dalam tubuh tim. Karena kami ingin PSMS kembali meraih masa kejayaannya,” ucapnya.

Fusen juga mengimbau para pencinta PSMS dan pencinta sepakbola di Kota Medan, Ketua Askot PSSI Medan, dan para simpatisan ikut berperan memberi saran dan masukan positif terutama jika munculnya permasalahan di kepengurusan PSMS.

“Sehingga suasana menjadi damai dan bersatu demi PSMS yang sangat kita cintai dan banggakan ini. Kita ingin PSMS kembali berprestasi,” pungkas Fusen. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2