Waspada
Waspada » Mancini Minta Stop Serie A
Olahraga

Mancini Minta Stop Serie A

Zimbio
Zimbio

ROMA (Waspada): Sebagai pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini (foto), meminta hentikan saja Serie A Liga Italia 2019/2020 yang sedang mengalami penundaan akibat pandemi virus corona.

Sebab dia khawatir para pemainnya bisa cedera atau mengalami kelelahan karena dihadapkan dengan jadwal kompetisi yang ketat, jika Serie A yang sudah berhenti sejak Maret silam dilanjutkan lagi pasca berakhirnya wabah Covid-19.

“Sebagai pelatih Timnas Italia, jika boleh egois saya minta Liga Italia 2019/2020 tidak dilanjutkan,” pinta pelatih berusia 55 tahun itu, seperti dikutip dari Football Italia, Minggu (26/4).

“Sebab jika dilanjutkan bakal banyak pertandingan di musim panas dan membuat pemain rentan terhadap cedera,” klaim Mancini.

Liga Italia berpeluang dilanjutkan lagi, setelah jumlah kematian di Negeri Pizza terus mengalami penurunan dari hari ke hari.

Dalam 24 jam terakhir, hanya ada 415 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 dan yang terendah sejak 17 Maret lalu.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) maupun operator kompetisi (Lega Serie A) pun kian optimistis.

Rencananya, sisa 12 giornata Serie A akan digulirkan lagi akhir Mei mendatang dan berakhir pada minggu pertama Agustus 2020.

Jika benar demikian, Mancini berharap kompetisi dapat selesai sesegera mungkin.

Pasalnya, musim panas 2021 bakal dilangsungkan Piala Eropa 2020 yang sudah mengalami penundaan setahun.

“Saya sadar para pemain tak sabar untuk kembali tampil di Liga Italia. Jadi saya berharap mereka bisa menyelesaikan kompetisi secepat mungkin,” harap mantan manajer Manchester City, Inter Milan dan SS Lazio tersebut.

Presiden Serie A Luigi Di Siervo ngotot liga lanjut, karena jika kompetisi batal, klub pesertanya kehilangan pemasukan dan potensial ditinggalkan para pemain terbaik mereka.

“Klub-klub luar Italia dapat menjarah sepakbola kami dan merebut pemain-pemain bintang kami dengan harga murah,” jelas Di Siervo.

“Jika kompetisi dibatalkan, otomatis klub-klub akan memotong gaji pemain. Klub kehilangan pemasukan dan pemain bintang bisa pindah ke kompetisi lain,” pungkasnya. (m15/fi)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2