Waspada
Waspada » Liga 2 Gunakan Format 4 Grup
Olahraga

Liga 2 Gunakan Format 4 Grup

Antara

JAKARTA (Waspada): Kompetisi Liga 2 2021 rencananya akan digelar dengan format empat grup dan berlangsung selama enam bulan.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita (foto), mengaku sudah menyiapkan format kompetisi Liga 2 2021. Kompetisi yang akan diikuti 24 tim ini akan dimulai dua pekan setelah kick-off Liga 1 2021.

“Rencananya, Liga 2 dibuat 4 grup nanti akan di-drawing lagi. Seperti turnamen, tapi formatnya kompetisi dengan jumlah pertandingannya lebih banyak. Sekarang bisa-bisa 6 bulan durasinya. Tapi ini masih rancangan yang belum ditetapkan PSSI,” ujar Hadian, Selasa (4/5).

Sebelumnya kompetisi Liga 2 2019 digelar dengan format dua wilayah, namun karena masa pandemi seperti saat ini maka kompetisi akan digelar dengan sistem home tournament dengan dibagi empat grup.

Format ini dinilai yang terbaik untuk diterapkan di masa pandemi dengan pertandingan terpusat di empat daerah. Terlebih, insfrastruktur stadion Liga 2 yang belum merata juga menjadi kendala bagi LIB.

“Tidak gampang merancang Liga 2, klubnya lebih merata dari Liga 1, jadi lebih banyak di daerah. Tantangannya bagaimana menggelar pertandingan yang lebih berkualitas. Kebanyakan infrastruktur stadion Liga 2 belum bisa disesuaikan dengan protokol kesehatan,” beber Hadian.

Terpenting, tegas Hadian Lukita, bukan hanya soal klub mana yang terkenal tapi juga bagaimana cara membuat kompetisi menjadi lebih berkualitas. Baik dari sisi manajemen yang profesional maupun timnya yang berprestasi supaya bisa menarik dari sisi industri.

“Kami mau Liga 2 bisa mempertontonkan pertandingan yang lebih bagus dan berkualitas. Harus lebih baik dari sebelumnya yang kita dengar banyak permainan, banyak kasus. Supaya kompetisinya bersih sehingga bisa memberikan multiplayer efek ke bawah dan bibit-bibit muda tertarik ke sepak bola,” ucap Hadian.

Hadian Lukita menyebutkan bakal menyiapkan berbagai platform digital untuk menyiarkan kompetisi Liga 2 2021. Seperti diketahui saat ini geliat kompetisi sepakbola kasta kedua di Indonesia itu semakin bergairah seiring banyaknya pengusaha yang masuk mengambil alih kepemilikan klub-klub di dalamnya.

Sebut saja Persis Solo yang saat ini dimiliki anak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep bersama Menteri BUMN yang juga pengusaha Erick Thohir.

Ada juga Cilegon FC yang berganti nama menjadi Rans Cilegon FC setelah dibeli selebritis Raffi Ahmad. Terbaru, ada PSPS Riau yang dibeli pengusaha asal Malaysia sekaligus pemilik Kelantan FC, Norizam Tukiman.

“Liga 2 semakin diminati, artinya sepakbola semakin menarik untuk dibuat investasi bisnis. Ditunjang era digital yang bikin makin luas, tidak cuma TV. Kami positif Liga 1 maupun Liga 2 bisa lebih baik dari sebelumnya ke depan,” tambah Hadian Lukita.

Saat ini, lanjut Hadian Lukita, Liga 1 sudah dikemas sedemikian rupa di berbagai platform untuk siaran langsungnya. Namun, Liga 2 belum bisa disiarkan langsung secara menyeluruh untuk semua pertandingan.

Kondisi tersebut membuat LIB terus berusaha untuk memutar bisnis untuk Liga 2 melalui sistem digital agar mudah diakses penonton dari mana saja.

“Liga 1 sudah dikemas sedemikian rupa lewat berbagai platform. Liga 2 belum. Kami ingin mencoba memasukkan Liga 2 ke semua platform agar semakin tersebar lebih bagus. Misalnya untuk Free to air ada, meski tidak sebanyak Liga 1 tapi di OTT (Over The Top) banyak. Ini tergantung sponsor yang cover,” ucapnya.

Namun, keikutsertaan sponsor saat ini masih bergantung pada izin kompetisi yang sulit untuk didapatkan di masa pandemi Covid-19. Padahal izin sangat diperlukan supaya LIB bisa segera berkomunikasi dengan berbagai pihak yang mau mendukung Liga 1 dan Liga 2.

Sampai saat ini, kepolisian belum memberikan izin Liga 1 yang rencananya digelar mulai 3 Juli. Sedangkan Liga 2 digelar dua minggu setelah Liga 1 dimulai, sekalipun ada perubahan dipastikan Hadian masih masuk akal dan tidak jauh dari tanggal yang ditetapkan. (m18/cnni)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2