Waspada
Waspada » Lega Leicester Akhir Paceklik Piala FA
Olahraga

Lega Leicester Akhir Paceklik Piala FA

The Guardian

LONDON (Waspada): Leicester City pecah telur dalam perburuan trofi juara Piala FA, Sabtu (Minggu WIB), seusai menaklukkan tim favorit Chelsea 1-0 pada laga final musim 2020/2021 di Stadion Wembley, London.

Ini sukses pertama The Foxes yang selalu gagal dalam empat percobaannya di partai puncak 1949, 1961, 1963 dan 1969. Leicester pun tercatat menjadi tim ke-44 yang pernah menjuarai Piala FA sejak kompetisi itu pertama kali digulirkan tahun 1871 silam.

Gelandang Youri Tielemans yang mencetak gol tunggal kemenangan Foxes ke gawang The Blues menit 63, mengaku lega telah membawa Leicester mengakhiri masa pacekliknya.

“Rasanya sangat lega dan luar biasa. Saya sangat senang mencetak gol yang membantu tim memenangkan pertandingan,” tegas Tielemans, seperti diberitakan BT Sports, Minggu (16/5).

“Laga sangat ketat dan mencetak gol di final tentu begitu hebat. Saya sangat senang untuk tim dan para penggemar,” beber pemain asal Belgia berusia 24 tahun tersebut.

Manajer Brendan Rodgers mempersembahkan trofi pertamanya bagi Leicester di hadapan ribuan penonton yang sudah boleh hadir langsung di Wembley. Rodgers sekaligus sukses menghapuskan reputasi Foxes sebagai tim pecundang di final.

“Sungguh istimewa memiliki fans hari ini dan saya harap semua orang aman. Fans yang menonton dari rumah juga saya harap tetap bangga dengan kami,” papar Tielemans.

Chelsea langsung menggempur pertahanan Leicester usai kebobolan lewat gol indah Tielemans. Menit 89 Si Biru sempat mengoyak jala gawang kiper Kasper Schmeichel lewat usaha Ben Chilwell yang berujung pada gol bunuh diri Wes Morgan.

Namun VAR membatalkan gol itu, karena Chilwell berada dalam posisi offside usai menerima umpan dari bek Thiago Silva. “Terima kasih VAR! Sungguh itu hal yang menakjubkan,” tutur Tielemans.

“Ini keputusan yang sulit, tetapi ketika Anda harus membuatnya, maka Anda harus membuatnya. Mungkin itu tipis tetapi offside, dan Anda harus memberikan panggilan itu,” tambahnya.

Piala FA kali ini menjadi trofi pertama Leicester di bawah pemilik klub Aiyawatt ‘Top’ Srivaddhanaprabha yang menggantikan ayahnya Vichai Srivaddhanaprabha yang wafat dalam kecelakaan pesawat pada 2018.

Vichai mengambil alih kepemilikan Leicester pada 2010 dan membawanya menjuarai Liga Premier 2016 di bawah asuhan manajer Claudio Ranieri.

Jamie Vardy cs amat bersyukur dengan kehadiran Keluarga Srivaddhanaprabha sebagai pemilik klub dan mengajak Top untuk mengangkat trofi Piala FA di lapangan. Pengusaha Thailand berusia 35 tahun itu juga tampak bersalaman dengan beberapa fans Foxes.

“Ini sangat emosional bagi Top dan keluarganya, karena mereka telah membangun klub ini menuju kejayaan. Setelah memenangkan Liga Premier, kini menjuarai Piala FA dan itu luar biasa,” klaim Tielemans.

“Ini berarti segalanya. Mengingat kembali orang-orang yang pernah mengangkat trofi ini dan bisa melakukan hal yang sama di hari ini. Itu melebihi mimpi terliar saya dan betapa indahnya trofi ini,” timpal Schmeichel.

Putra kiper legendaris Peter Schmeichel itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting, di antaranya menepis bola tendangan Mason Mount menit 87.

“Untuk itulah saya di sana, namun pujian patut diucapkan untuk semua pemain. Itu laga yang sulit, mereka bertarung sangat baik dan mencegah lawan membuat banyak peluang,” papar Schmeichel.

Menurut Thomas Tuchel, manajer Chelsea asal Jerman, timnya hanya kurang beruntung saja. Terutama dengan dianulirnya gol Chilwell oleh VAR dan wasit Michael Oliver.

“Saya pikir hari ini kami tidak beruntung dan kami tidak pernah menyembunyikan bahwa kami perlu memiliki itu untuk menang di level ini. Anda membutuhkan momentum, pengambilan keputusan, detail kecil dan wasit,” ucap Tuchel.

Mantan pelatih Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain itu merasa Timo Werner cs telah bekerja dengan baik untuk membatasi efektivitas Leicester.

“Saya pikir kami bertahan dengan baik, menekan dengan baik dan tidak mengizinkan serangan balik mereka yang terkenal sangat baik di Eropa,” tegas Tuchel.

“Kami kebobolan gol dari situasi tidak berbahaya. Itu gol fantastis dan gol keberuntungan. Kami punya peluang dari Mason dan gol offside yang sangat dekat,” pungkasnya.

Chelsea akan menghadapi Leicester lagi pada matchday 37 Liga Premier, Rabu (19/5). Klub London itu juga akan menghadapi Manchester City pada final Liga Champions di Porto, 29 Mei mendatang. (m08/bts/bbc)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2