Waspada
Waspada » Langkah Maju Timnas U-19 Di Kroasia  
Olahraga

Langkah Maju Timnas U-19 Di Kroasia  

SETELAH menyaksikan tujuh pertandingan ujicoba yang dilakukan Timnas U-19 dalam latihan di Negara Kroasia (Eropa), selama September 2020, tendensinya mengalami kemajuan.

Diawali melawan Bulgaria (0-3), berikutnya melawan Kroasia (1-7), bertemu Arab Saudi (3-3), seminggu kemudian beradu dengan Qatar (2-1), tiga hari berikutnya kembali dipertemukan dengan Qatar (1-1), menyusul lawan Bosnia Hergegovina (0-1), kemudian menutup September berlaga dengan Dinamo Zagreb (1-0).

Catat: Semua Tim yang menjadi lawan tanding David Maulana dkk tersebut adalah Timnas U-19 juga, dari masing-masing negara yang sengaja mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2021.

Jika menjejaki hasil-hasil yang dicapai Pasukan Garuda Muda binaan pelatih Shin Tae-yong (Korsel) tersebut, kita melihat adanya langkah maju. Bukan saja secara tim, tapi juga pada individual pemain.

Seperti diketahui, PSSI sengaja mengirim 30 pemain hasil seleksi 45 pemain dari berbagai daerah, klub, bahkan ada yang belum punya klub atau dari sasana lainnya seperti Diklat Ragunan.

Dalam ujicoba tahap pertama ini, Tae-yong telah menurunkan semua pemain, sehingga ia dengan jelas dapat melihat sampai sejauh mana satu per satu anak asuhnya tersebut punya kemampuan individual dan kebersamaan/kerjasama dalam bertarung di lapangan hijau mengimplementasikan strategi dan taktik yang diinginkan sang pelatih.

Tae-yong tentu telah menyusun konsep latihan secara menyeluruh dengan  kekhususan setiap individu, agar tujuan latihan yang berbiaya miliaran rupiah ini dapat tercapai.

Faktor-faktor seperti umur pemain yang tidak berbeda jauh, namun perbedaannya tetap ada, apalagi bentuk tubuh, kedewasaan, latar belakang pendidikan, lama berlatih, tingkat kesegaran jasmani, ciri-ciri psikologis, semuanya harus dipertimbangkan dan ditelusuri secara detil di saat-saat mendesain latihan.

Apalagi latihan dilaksanakan di luar negeri yang suasana dan kondisinya serba berbeda dengan apa yang ada di Tanah Air, termasuk menu makanan.

Tentunya Tae-yong punya tugas khusus pula untuk menepis “home sick” anak asuhannya, selain tetap konsekuen melaksanakan protokol kesehatan, karena Covid-19 juga menyentuh masyarakat Kroasia.

Dari hasil yang diperagakan Garuda Muda secara individual dalam delapan laga ujicoba, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa Tae-yong telah melaksanakan prinsip latihan spesialisasi dengan gaya Korea, terutama menekankan disiplin yang tinggi, juga keberanian.

Selain itu, juga penguasaan teknik-teknik persepakbolaan modern, sehingga terjadi perubahan morfologik dan fungsional terhadap pemain. Terutama kemampuan mendeteksi pola dan gaya lawan.

Harus diakui latihan spesialisasi merupakan proses yang kompleksitasnya tinggi dikaitkan dengan pengembangan secara menyeluruh.

Kita melihat dengan jelas, meskipun banyak pemain yang berasal dari desa atau kampung, rasa minder sudah sirna sama sekali.

Fisik bisa berbeda dengan lawan-lawan bule yang memiliki fasilitas komplit dan modern, tapi dalam penguasaaan teknik Garuda Muda  sejajar, bahkan keberanian melakukan drive terkadang melebihi lawan-lawannya.

Menekan daerah penalti lawan sudah mumpuni, menggunakan berbagai variasi operan. Demikian juga pada saat merebut bola. Tackling pun telah pula memadai. Yang masih perlu dimatangkan adalah feeling place antar-pemain di saat menekan gawang lawan.

Semoga kekurangan yang masih ada dapat ditutup Tae-yong, melalui ujicoba lainnya yang sudah diprogramkan. Sesuai dengan  yang dikatakan Marten Rainers dalam bukunya “Successful Coaching”: “Taktik dan stretegi adalah menampilkan  seni keterampilan dalam pertandingan.” #

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2