Kontestan Serie A Sepakat Lanjut 13 Juni

  • Bagikan
Sempreinter

ROMA (Waspada): Klub kontestan Serie A Liga Italia dalam sidang umum yang berlangsung Rabu waktu setempat, sepakat menginginkan kompetisi musim 2019/2020 dilanjutkan lagi mulai 13 Juni mendatang.

Seluruh 20 klub peserta Serie A dengan suara bulat memilih untuk menyelesaikan musim. Tetapi kali ini ada kemajuan besar, karena buat pertama kalinya rencana tanggal kelanjutan musim dimunculkan.

“Dengan menimbang keberlanjutan aktivitas-aktivitas olahraga, maka tanggal 13 Juni telah dipilih untuk kelanjutan kompetisi,” demikian pernyataan Lega Calcio, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/5).

“Dengan memperhatikan protokol-protokol medis untuk melindungi para pemain dan semua yang terlibat,” tambah pernyataan tersebut.

Hanya saja itu baru dapat terwujud jika mendapat izin dari pemerintah setempat, setelah liga ditangguhkan sejak 9 Maret silam akibat pandemi virus corona yang bermula dari Kota Wuhan di China.

Meski Pemerintah Italia telah memberi izin kepada klub-klub untuk menggelar sesi-sesi latihan kolektif terhitung mulai Senin (18/5) depan, tetap saja masih belum diputuskan kapan kompetisi dapat dilanjutkan.

Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spafadora mengatakan kepada parlemen Italia bahwa dia sudah menerima surat dari Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina.

“Dia menginformasikan kepada saya bahwa federasi telah mengikuti semua rekomendasi Komite Teknik dan Sains. Juga telah menyesuaikan ulang protokol, sehingga mengizinkan untuk melanjutkan latihan kolektif pada 18 Mei,” papar Spafadora.

Klub-klub kontestan Serie A pun telah kembali menjalani latihan individual sejak 4 Mei lalu, setelah vakum akibat kebijakan lockdown alias karantina wilayah selama dua bulan.

Medis Tolak Lanjut

Namun jajaran medis tim-tim Liga Italia mengancam mundur dari pekerjaan mereka karena pasal yang terdapat dalam pedoman keselamatan kelanjutan kompetisi di tengah pandemi Codid-19.

Pemerintah Italia dan Komite Saintifik (CTS) mengembalikan pedoman keselamatan yang sempat diajukan FIGC dan operator Lega Calcio sebagai panduan jelang dimulainya kembali latihan kontak fisik para pemain pada 18 Mei.

Di dalam pedoman itu tercantum bahwa apabila salah seorang pemain atau staf sebuah klub didapati positif hasil tes Covid-19, maka seluruh anggota klub tersebut harus menjalani karantina selama 15 hari.

Jika dalam tes berikutnya kembali ditemukan hasil positif, maka dokter tim dianggap bertanggung jawab atas kasus tersebut.

“Kami sudah meminta kerja sama tim hukum setelah membaca pedoman tersebut,” kata Enrico Castellacci (foto), Presiden Asosiasi Medis Sepakbola Italia.

“Saya menerima banyak pesan dari kolega di Serie B yang mengancam akan mundur, jika pasal soal tanggung jawab itu tidak direvisi. Sebab itu bisa berujung pada kasus hukum, klub-klub seharusnya juga bertanggung jawab,” sentil Castellaci.(m08/rtr/fi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *