Sabet 2 Emas PON, Agustina Dari Keluarga Pelari - Waspada

Sabet 2 Emas PON, Agustina Dari Keluarga Pelari

  • Bagikan
Waspada/ist

AGUSTINA Mardika Manik yang sukses menyabet 2 medali emas nomor lari 1.500 meter dan 800 meter PON XX Papua, merupakan wanita yang lahir dari keluarga atlet dan terbiasa berlari naik turun bukit.

Pelari asal Asahan ini menyabet emas nomor 800 meter dengan catatan waktu 2 menit 8, 91 detik mengalahkan Bektiningsih (Jateng/2 menit 11,7 detik). Medali perunggu direbut Ni Ketut Cita dari Bali dengan catatan waktu 2 menit 13,73 detik.

“Kami ada delapan bersaudara, tiga laki-laki dan lima perempuan, semuanya jadi atlet pelari. Alhamdulillah Agustina dari SD sudah nampak bakatnya sebagai pelari andal,” jelas Kakak Sulung Agustina, Siti Khodizah Manik saat dihubungi Waspada, Rabu (13/10).

Kenapa mereka sekeluarga merupakan pelari, kata Khodizah, karena mereka berasal dari keluarga sederhana di Desa Hutapadang, Kecamatan BP Mandoge, Asahan.

Saat kecil mereka tinggal di pondok ladang dan saat pagi ke sekolah saat SD harus berlari turun naik bukit untuk ke rumah dan ke sekolah agar tidak terlambat. Sehingga kebiasaan itu secara alami terbawa menjadi atlet.

“Dari keluarga kami, karir yang menonjol hanya Agustina karena dia orangnya gigih dengan hobinya, sehingga bisa menjadi atlet nasional,” kata Khodizah.

Oleh sebab itu, Khodizah, sudah merasa yakin adiknya bisa menuntaskan pertandingan PON Papua, karena kemampuan Agustina di jarak 1.500 dan 800 meter dan itu semua berkat doa dan dukungan dari pihak keluarga, sehingga kemenangan bisa diraih.

“Alhamdiulillah, ini semua karunia Allah, langkah dan perjuangan adik saya dimudahkan oleh Allah, kami keluarga bangga dengan prestasi Agustina,” jelas Khodizah.

Bonus Menanti

Di lain tempat, Kadisporapar Asahan Buwono atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Agustina Mardika Manik yang telah menyumbang dua medali emas dan Shafwan Hafiz Nasution meraih perak di lompat jauh.

Sebab itu, pemerintah sedang menggodok pengajuan anggaran untuk bonus atlet peraih medali emas yang rencananya akan dimasukkan di P-APBD 2022. Hal itu dikarenakan PON Papua belum usai dan masih ada atlet Asahan berlaga. 

Untuk jumlah, kata Buwono, mengacu pada bonus atlet peraih medali di PON Jawa Barat 2016, dengan rincian emas Rp150 juta, perak Rp100 juta, dan perunggu 50 juta.

“Bonus atlet itu memang suatu penghargaan yang kita berikan kepada atlet berprestasi tingkat nasional, sehingga bisa menumbuhkan dan memotivasi semangat atlet pemula,” jelas Buwono.

Ditanya apakah akan ada acara penyambutan untuk atlet yang menang di PON, Buwono mengatakan itu memang sudah direncanakan bersama KONI Asahan dan akan dikonsultasikan kepada Bupati Asahan karena itu merupakan penghargaan tinggi kepada atlet yang mengharumkan nama daerah. “Insya Allah kita akan memberikan penghargaan kepada atlet,” jelas Buwono. (a02/a19/a20)

  • Bagikan