Waspada
Waspada » KONI Sumut Ubah Sistem Pelatda
Olahraga

KONI Sumut Ubah Sistem Pelatda

KETUM KONI Sumut John Ismadi Lubis didampingi Wakil Ketua I Prof Dr Agung Sunarno dan Kabid Kesehatan dr Riyadh Ikhsan SpKK, memimpin rapat koordinasi dengan para pelatih Cabor Pelatda PON 2020, Selasa (24/3). Waspada/Jonny Ramadhan Silalahi

MEDAN (Waspada): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mengubah sistem Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai persiapan menuju PON 2020 Papua.

Sebelumnya para atlet Pelatda Sumut berlatih 10 sesi dalam seminggu di sarana dan prasarana olahraga yang difasilitasi Disporasu, Pengprov Cabor ataupun KONI Sumut. Maka terhitung sejak 24 Maret sampai 7 April 2020, para atlet dimaksud mesti latihan mandiri di rumah masing-masing demi menghindari wabah virus corona.

Perubahan sistem pelatda tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Pengurus KONI Sumut dan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Bersama Para Pelatih Pelatda di Sekretariat KONI Sumut, Jln Willem Iskandar II, Selasa (24/3) sore.

“Pelatda tetap jalan di rumah masing-masing atlet sampai setidaknya 7 April. Pelatih memonitor dan memberikan program melalui daring atau whatsapp,” jelas Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis.

John Lubis memimpin rapat secara bergantian didampingi Wakil Ketua I Prof Dr Agung Sunarno, Wakil Ketua II Sakiruddin, Sekretaris Chairul Azmi, Bendahara Agung Santoso dan Kabid Kesehatan dr Riyadh Ikhsan SpKK.

Menurutnya, KONI Sumut tetap melakukan tes fisik tahap kedua pada 11 April 2020 sebagai alat ukur sekaligus alat kontrol program latihan yang dijalani para atlet.

“Pelatih harus tetap diskusi dengan petugas Wasping (Pengawasan dan Pendampingan) terkait program yang dijalani para atlet,” papar John Lubis.

Karena pelatda tetap jalan dengan sistem latihan mandiri, pihaknya melarang para atlet pulang kampung. “Atlet yang berasal dari luar Kota Medan, harus tetap tinggal di sini. Tidak boleh pulang kampung, tetap berdiam di rumah lebih aman saat pandemi seperti sekarang,” tambahnya.

Prof Dr Agung Sunarno selaku Komandan Satgas Pelatda PON 2020 Sumut menambahkan, sekarang ini banyak sarana dan prasarana olahraga tidak boleh dipakai terkait upaya memutus mata rantai penularan virus corona.

“Jadi tepat sekali kebijakan atlet latihan di rumah ini, etap 10 sesi dalam seminggu. Wasping juga berhak mengontrol latihan mereka, tolong ada foto atau video pelaksanaan programnya,” papar Prof Agung. (m15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2