Waspada
Waspada » KONI Sumut Genjot Bank Data Atlet
Olahraga

KONI Sumut Genjot Bank Data Atlet

KETUM KONI Sumut John Ismadi Lubis diwakili Kabid Data Dr Budi Valianto (2 kanan) didampingi Wakil Ketua II H Sakiruddin dan Wakil Sekretaris Yanto Pasaribu serta Ketua KONI P. Siantar Jayadi Sagala membuka Inventarisasi Wilayah I di Siantar Hotel, Kamis (26/11) sore. Waspada/Jonny Ramadhan Silalahi

P. SIANTAR (Waspada): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera merasa sangat berkepentingan untuk merampungkan penyediaan Bank Data Atlet.

Demikian Ketua KONI Sumut diwakili Kabid Data Dr Budi Valianto MPd dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan Inventarisasi Pendataan Organisasi KONI Wilayah I di Siantar Hotel, Kamis (26/11) sore.

Didampingi Wakil Ketua II KONI Sumut H Sakiruddin, Bendahara Agung Santoso, Wakil Sekretaris Yanto Pasaribu dan Ketua KONI P. Siantar Jayadi Sagala, Budi pun menceritakan latar belakang pentingnya bank data tersebut.

“Kemenpora dan KONI Pusat pernah meminta data atlet Sumut, tapi waktu itu kita tidak bisa memberikan, karena kita memang tidak punya,” kenang Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unimed tersebut.

“Bank Data Atlet itu sangat penting dan sentral, itu makanya terus kita genjot. Kegiatan kita ini merupakan bagian dari upaya dimaksud,” beber Budi.

Untuk itu KONI Sumut, katanya, telah menyediakan tiga aplikasi isian, yakni KONI Kabupaten/Kota, Pengcab dan Klub.

Inventarisasi Pendataan Organisasi KONI Sumut dibagi empat wilayah dengan tuan rumah Pematangsiantar (Wilayah I), Karo (II), Labuhanbatu (III) dan Tapanuli Tengah (IV).

Jayadi Sagala mengatakan, KONI Pematangsiantar sangat bangga mendapat kepercayaan KONI Sumut sebagai tuan rumah Wilayah I.

Menurut Sakiruddin selaku Ketua Penyelenggara dan Narasumber, data merupakan informasi terukur yang sangat mahal nilainya.

“Kalau data tidak ada, atlet apa yang mau dibina. Dengan data akurat pula, KONI bisa mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Daerah,” tutur Sakir.

“Jadi ini terus kita kejar demi kepentingan olahraga kita. Terutama untuk KONI sebagai dasar penentuan kebijakan,” tambahnya.

Sakir mengakui tidak mudah untuk membuat dan merampungkan Bank Data dimaksud. Dia pun menceritakan pengalaman panjangnya memburu itu selama 16 tahun bekerja di Dispora Sumut yang berakhir hampa.

“Padahal jangan ngomong prestasi, kalau tidak ada data atlet, pelatih dan klub,” jelas mantan gelandang Persiraja Banda Aceh itu.

“Ketika olahraga masih mengandalkan otot, Indonesia merajai SEA Games. Tapi begitu olahraga memakai teknologi, Indonesia kini terus tertinggal di SEA Games,” papar Sakir.

Inventarisasi Wilayah I yang berlangsung 26-27 November diikuti Pematangsiantar, Toba, Humbahas, Taput, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai dan Tebingtinggi. (m08)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2