KONI Aceh Serahkan Bonus Atlet Rp1,3 Miliar - Waspada

KONI Aceh Serahkan Bonus Atlet Rp1,3 Miliar

  • Bagikan
KETUA Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf didampingi Ketua Harian H Kamaruddin Abubakar menyerahkan bonus secara simbolis kepada pelatih sepakbola Aceh, Azhar sebelum buka puasa bersama, Selasa (12/5). Waspada/Munawardi Ismail/B

BANDA ACEH (Waspada): KONI Provinsi Aceh menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih yang berprestasi pada ajang Pra PON dan Porwil X 2019 Bengkulu. Total bonus yang diserahkan berjumlah Rp1,3 miliar.

Penyerahan bonus diserahkan Ketua Umum KONI Aceh Muzakir Manaf secara simbolis, Selasa (11/5) di Gor setempat. Selain untuk atlet Pra PON dan Porwil, peraih medali di SEA Games juga mendapatkan bonus.

Mereka yang menerima bonus ini ikut dalam Porwil X tahun 2019 dengan total anggaran Rp729.000.000. Kemudian ikut Pra PON XX tahun 2019 Rp595.000.000 dan atlet Aceh yang ikut SEA Games 2019 di Manila Rp60.000.000.

Ketua Umum KONI Aceh Muzakir Manaf mengatakan pemberian bonus ini sesuai janji yang pernah diutarakan. “Perlu saya tekankan bahwa bonus uang tunai yang diserahkan ini tak sebanding dengan apa yang telah diraih di ajang pertandingan masing-masing cabang,” katanya.

“Bonus yang Anda terima hari ini, bagian dari bentuk apresiasi atas prestasi yang telah anda raih. KONI akan berupaya apresiasi lain kepada Anda semua, pahlawan olahraga Aceh,” tutur pria yang akrab disapa Mualem ini.

Kata Mualem, selepas Pra PON dan Porwil 2019, sejak awal tahun 2020 KONI Aceh sudah merancang dan melaksanakan program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) kepada seluruh atlet yang akan bertanding di PON Papua.

“Namun, kondisi dunia saat ini sedang dilanda wabah Covid-19 yang memengaruhi semua bidang kehidupan, termasuk di bidang olahraga. “KONI Aceh masih tetap dibebankan untuk menjaga dan meningkatkan kemapuan para atlet,” ujar dia.

Karena itu, sambung Mualem, dengan segala upaya, KONI Aceh mengupayakan agar Pelatda tahun 2020 dapat dilaksanakan maksimal sesuai protokol Covid-19.

“Kepada para atlet dan pelatih kami mengharapkan tetap menjaga ritme latihan dengan tetap mengedepankan pencegahan Covid-19,” tutur dia.

Menuju PON Papua 2021, kata Mualem semua tenaga dilibatkan termasuk membawa sembilan pelatih nasional dan tiga internasional untuk melatih atlet Aceh sehingga target perolehan medali ke depan dapat tercapai.

“Kita berusaha agar peringkat Aceh pada PON Papua 2021 nanti semakin naik sebagaimana PON lima tahun lalu di Jawa Barat tahun 2016 dengan 8 emas, 7 perak dan 9 perunggu,” ujar mantan Wakil Gubernur Aceh ini.

Pelatda Sentralisasi

Ketua Pelatda PON Aceh, Drs Bachtiar Hasan menjelaskan selama ini pihaknya sudah menjalankan Pelatda Sentralisasi yang masuk dalam ketegori pertama sebanyak ada 15 cabang.

Ke-15 cabor dimaksud adalah Anggar, Angkat Besi & Binaraga, Atletik, Biliar, Kempo, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Renang, Sepakbola, Taekwondo, Tarung Derajat dan Wushu.

Lalu, untuk kategori kedua Pelatda dilaksanakan selama lima bulan, yakni satu bulan desentralisasi dan empat bulan sentralisasi. Ke-10 cabang yang terdiri atas Bermotor, Dayung, Layar, Rugby, Selam, Senam, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Terjun Payung dan Judo. (b04/C)

  • Bagikan