KONI Aceh Liburkan Pelatda Atlet PON XXI/2024

  • Bagikan

BANDA ACEH (Waspada): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh meliburkan kegiatan pemusatan latihan daerah (Pelatda) atlet persiapan PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara selama 11 hari untuk menyambut dan merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh, Drs Bachtiar Hasan (foto) kepada wartawan, Jumat (29/4/) malam menjelaskan, dalam menyambut dan merayakan hari raya Idul Fitri kegiatan Pelatda diliburkan mulai 28 April hingga 8 Mei 2022.

Bachtiar Hasan yang juga Ketua Pelatda 2022 Persiapan PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara, menyebutkan, atlet Pelatda sentralisasi sudah diliburkan dan check out dari penginapan dan pulang ke rumah di kampung halaman atau daerah masing-masing, 28 April 2022. Para atlet harus sudah berada kembali atau check in di penginapan 8 Mei 2022 dan 9 Mei memulai kembali menjalani Pelatda.

“Selama libur para atlet tetap berlatih di masing-masing daerah di bawah kontrol pelatih,” ujarnya.

Sebutnya, para atlet selama libur tetap berlatih mandiri, agar progres yang telah dicapai dalam latihan selama ini tidak turun atau mundur lagi.

Disebutkan, masa libur dan ketentuan itu juga berlaku bagi atlet Pelatda desentralisasi yakni tetap berlatih mandiri di daerah masing-masing di bawah kontrol pelatih.

Bachtiar menjelaskan, Pelatda sentralisasi merupakan atlet kategori I terdapat 129 atlet, 35 pelatih dan 9 pelatih nasional, berasal dari 25 cabang olahraga.

Sebutnya, Pelatda sentralisasi akan berlangsung selama 10 bulan dan dimulai 1 Maret 2022. Pelatda ini dihuni para atlet yang meraih medali di kejuaraan nasional dan PON Papua serta atlet peraih medali cabang eksibisi di PON Papua.

Dijelaskannya, selama mengikuti Pelatda sentralisasi para atlet mendapatkan akomodasi, konsumsi dan uang saku setiap bulan. “Dari 10 bulan Pelatda ini, masing-masing 7 bulan dibantu KONI Aceh dan 3 bulan dibantu Dispora Aceh,” sebutnya.

Akomodasi para atlet pemusatan latihan daerah sentralisasi ini berada di tiga tempat di Banda Aceh yaitu Hotel Garuda Syariah terdapat atlet dari 4 cabang olahraga, Hotel al-Fatih 7 cabor dan Hotel Penamas 14 cabor.

Ia mengatakan, Pelatda dilakukan dengan pola sentralisasi dan desentralisasi. Sedangkan Pelatda desentralisasi terdiri dari atlet kategori II dan III.

Pelatda desentralisasi Kategori II sebanyak 147 atlet, 50 pelatih dari 44 cabang olahraga. Pelatda berlangsung selama enam bulan, dimulai 1 April 2022 dan ditangani langsung oleh pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga masing-masing. Atlet yang masuk Desentralisasi ini merupakan atlet-atlet yang tidak lolos PON Papua.

Dijelaskannya, para atlet dan pelatih Pelatda desentralisasi kategori II ini hanya mendapat uang saku setiap bulan. Dari enam bulan Pelatda di antaranya empat bulan dibantu KONI Aceh dan dua bulan dibantu Dispora Aceh.

Pelatda Desentralisasi kategori III, terdiri dari atlet cabang olahraga angkat berat, berkuda dan tenis meja. Pelatda berlangsung lima bulan, dimulai 1 Mai 2022. Atlet dan pelatih hanya mendapat uang saku setiap bulan dari KONI Aceh.

Ia menyebutkan, program Pelatda yang sudah dimulai KONI Aceh ini sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara. (b04)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *