Waspada
Waspada » Klopp Gemas Gestur Simeone
Olahraga

Klopp Gemas Gestur Simeone

Klopp Gemas Gestur Simione
Manajer Liverpool Jurgen Klopp (foto kanan), gemas melihat gestur tubuh yang diperlihatkan entrenador Atletico Madrid Diego Simeone (foto kiri) .(Getty Images)

MADRID (Waspada): Manajer Liverpool Jurgen Klopp (foto kanan), gemas melihat gestur tubuh yang diperlihatkan entrenador Atletico Madrid Diego Simeone (foto kiri) saat memancing dukungan suporter timnya di Stadion Wanda Metropolitano.

Pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions yang dimenangkan Atletico dengan skor 1-0 itu, Selasa (Rabu WIB), Simeone berkali-kali melancarkan gestur memancing semangat suporter agar lebih deras mendukung pasukan Los Rojiblancos.

“Saya pikir saya tidak akan melakukannya di Anfield nanti. Saya tidak perlu berkata banyak, saya harap bisa sedikit lebih fokus pada pertandingan,” kata Klopp, seperti dilansir BT Sports, Rabu (19/2).

“Ini belum berakhir, tentu mereka membidik hasil demikian. Bahkan mungkin mereka akan puas dengan hasil imbang 0-0,” sindir pelatih asal Jerman tersebut.

Setelah unggul 1-0 berkat gol cepat Saul Niguez menit keempat, Simeone mendapati The Anfield Gank terus menguasai bola dan berusaha keras menembus pertahanan Los Colchoneros.

Selepas gol Saul, El Atleti praktis menerjemahkan cetak biru standar permainan ala Simeone dengan bertahan sedalam mungkin sembari mencari celah di area lawan.

Strategi itu sukses membuat Koke cs menang atas The Reds yang menguasai 73 persen pengendalian bola sepanjang laga, tapi tak sekalipun melepaskan tembakan tepat sasaran. Itu catatan buruk kedua Jordan Henderson dan kawan-kawan, seperti saat Liverpool kalah di laga pembuka penyisihan Grup E kontra Napoli.

“Apapun itu, kami terima hasilnya. Sekarang waktunya menatap laga kedua,” tekad Klopp yang mempersembahkan trofi jawara Eropa keenam bagi Marseyside Merah musim lalu.

Mantan pelatih Borussia Dortmund itu merujuk pada leg kedua yang akan berlangsung di Anfield, awal Maret mendatang. Mohamed Salah cs musim lalu sudah pernah mengorkestrasi pertunjukan kebangkitan menang 4-0 untuk membalikkan ketertinggalan 0-3 atas Barcelona.

Jalannya Pertandingan

Serangan awal Saul menjadi pemicu kekalahan kedua Liverpool musim ini untuk semua kompetisi bersama tim senior. Sang juara bertahan sepertinya juga frustrasi dengan kinerja wasit asal Polandia Szymon Marciniak dan prilaku Simeone yang membuat para penonton menjadi hiruk-pikuk.

“Para pemain kita akan siap, selamat datang di Anfield! Bagi saya kami tidak kalah, itu hanya separuh waktu skornya 1-0. Itu saja, tetapi Anda harus benar-benar kuat sebagai wasit di atmosfer ini, itu jelas tidak mudah,” klaim Klopp.

“Mereka merayakan seolah-olah mereka telah memenangkan final, jadi mari kita lihat,” timpal Andy Robertson, bek kiri Liverpool asal Skotlandia.

“Kami punya beberapa minggu untuk kembali ke Anfield. Kami tahu penggemar kami akan ada di sana, kami akan ada di sana, jadi terserah saja kalau mereka akan datang juga,” tambah Robertson.

Menurut Virgil van Dijk, bek sentral Merah asal Belanda, gol kemenangan Atletico bukan sesuatu yang lahir dari peluang, melainkan hasil keberuntungan semata.

Gol berawal dari sepak pojok Atletico yang membentur kerumunan pemain di dalam kotak penalti. Bola jatuh di hadapan Saul yang tinggal menjaga ketenangan untuk menyonteknya ke gawang kiper Alisson Becker.

“Kebobolan di awal laga jelas tidak membantu kami. Apalagi itu lahir bukan dari sebuah peluang, namun keberuntungan,” sentil Van Dijk.

“Pesan pelatih ketika istirahat adalah tetap memainkan pola biasanya. Memang kami tidak bisa menciptakan peluang yang cukup membahayakan, tapi masih ada 90 menit untuk menebus kesalahan ini dan kami harus tetap percaya diri,” pungkasnya. (m15/bts/uefa)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2