Kiat City Atasi Krisis Bek

  • Bagikan
Metro

LONDON (Waspada): Manajer Pep Guardiola (foto kiri), santai saja menyikapi krisis lini belakang yang sedang melanda Manchester City jelang berakhirnya musim kompetisi 2021/2022 ini.

Kiatnya menurut pria Spanyol itu adalah dengan mengalihkan posisi pemain yang biasanya menjadi gelandang bahkan penyerang, menjadi bek tengah sesuai kebutuhan tim.

“Jika Phil Foden (foto kanan) harus bermain sebagai bek tengah, dia akan bermain sebagai bek tengah,” tegas Pep, seperti dikutip dari laman Citizens, Selasa (10/5).

Juara bertahan sekaligus pemimpin klasemen The City dipastikan tanpa peran bek Kyle Walker (foto tengah), John Stones dan Ruben Dias dalam menarungi tiga laga tersisa di Liga Premier.

Dias menyusuli jejak Walker dan Stones masuk daftar pesakitan Manchester Biru, setelah terpaksa ditarik keluar pada awal babak kedua dalam kemenangan 5-0 atas Newcastle United akhir pekan lalu karena masalah otot.

Pep pun terpaksa memainkan bek serba bisa Aymeric Laporte dan gelandang veteran Fernandinho sebagai bek sentral di jantung pertahanan Citizens.

“Dalam situasi ini tidak masalah. Kalau pun Rodri harus bermain di posisi itu tidak masalah, begitu pula pemain dari akademi,” papar Pep.

Kiat City itu langsung diuji keampuhannya oleh tim kejutan Wolverhampton Wanderers pada laga tunda Liga Premier, Kamis (12/5) dinihari mulai pkl 0215 WIB.

Setelah menjajal tuan rumah Wolves, Raheem Sterling cs selanjutnya bertandang ke markas West Ham United dan menjamu Aston Villa pada laga pamungkasnya.

City kini mantap memimpin klasemen dengan kemasan 86 poin dari 35 pertandingan. Kevin De Bruyne dan kawan-kawan unggul tiga angka dari tim peringkat kedua Liverpool yang Rabu dinihari WIB tadi mentas di markas Aston Villa.

“Semua orang di negara ini mendukung Liverpool, media dan semuanya lah. Tentu saja Liverpool memiliki sejarah yang luar biasa di Eropa,” sindir Pep.

“Tapi tidak di Liga Premier, mereka hanya menang sekali dalam 30 tahun. Situasinya seperti itu, kini kami hanya perlu mendapatkan sembilan poin, mungkin enam,” tambah mantan pelatih Bayern Munich dan Barcelona tersebut.

Jurgen Klopp, manajer Liverpool asal Jerman, tertawa saja menanggapi sindiran Pep itu. “Dia benar kami baru sekali menjuarai Liga Premier. Saya tidak tahu apakah seluruh negara mendukung kami, saya tidak tahu itu,” dalihinya.

“Saya juga tidak tahu persis di mana situasi Pep ketika dia mengatakan itu. Tersingkir dari Liga Champions sulit untuk diterima, tetapi kemudian tentu saja Liverpool berhasil mencapai final,” balas Klopp.

Dia tak lupa menegaskan bahwa perburuan gelar juara Liga Premier belum sepenuhnya berakhir. The Reds harus fokus memenangi ketiga pertandingan tersisa dibanding memikirkan apa pencapaian dan sentilan Citizens.

“Jelas bahwa ini belum berakhir, apapun yang terjadi. Sebab kami berdua masih memiliki tiga pertandingan untuk dimainkan,” klaim Klopp.

“Fokus utama saya adalah bagaimana kami bisa memenangi pertandingan tersisa. Kami sama sekali tidak memiliki andil dalam bagaimana City akan memainkan permainan mereka,” pungkasnya. (m08/men/le)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.