Ketua Dan Sekretaris PBSI Medan Diberhentikan - Waspada

Ketua Dan Sekretaris PBSI Medan Diberhentikan

  • Bagikan
DARI KIRI: Kabid Turnamen PBSI Sumut Dodi Sayendra, Kabid Keabsahan dan SI Supardi, Waketum I Kusprianto serta Kabid Organisasi dan Kelembagaan Tri Purnowidodo, memaparkan bukti-bukti pelanggaran Ketum dan Sekum PBSI Medan 2021-2025. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengprov PBSI Sumatera Utara menjatuhkan sanksi pemberhentian terhadap Ketua Umum (Ketum) dan Sekertaris Umum (Sekum), Pengkot PBSI Medan 2021-2025 Ali Yusran Gea dan Ahmad Haswin Nasution.

Demikian disampaikan Wakil Ketum I PBSI Sumut Kusprianto, didampingi Kabid Organisasi dan Kelembagaan Tri Purnowidodo, Kabid Keabsahan dan Sistem Informasi (SI) Supardi dan Kabid Turnamen Dodi Sayendra, saat jumpa pers di Aula GOR PBSI Sumut, Jl Willem Iskandar Medan, Selasa (12/10).

Kusprianto mengatakan, pemberhentian keduanya ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) berbeda, yakni SK Nomor 125/PBSI-SUMUT/X/2021 untuk Ali Yusran Gea dan SK Nomor 126/PBSI-SUMUT/X/2021 untuk Ahmad Haswin Nasution, keduanya ditetapkan pada 7 Oktober 2021.

Dijelaskan, keduanya dijatuhkan sanksi pemberhentian karena melanggar sejumlah pasal, yakni Pasal 9 ayat (1) huruf b AD (Anggaran Dasar) PBSI 2020 terkait tidak mampu memelihara persatuan dan kesatuan, serta tidak menjalin kerja sama yang baik antar pengurus. Kemudian Pasal 35 ayat (4) ART (Anggaran Rumah Tangga) terkait masa bakti pengurus perkumpulan atau klub, serta PO (Peraturan Organisasi) PBSI No 007 tentang keabsahan perkumpulan.

“Namun khusus untuk Ali Yusran Gea memiliki tambahan Pasal 9 ayat (1) huruf d AD PBSI 2020. Di mana secara nyata menyalahgunakan organisasi untuk kepentingan pribadi termasuk politik praktis,” tegas Kusprianto.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, lanjut Kusprianto, Ali Yusran Gea menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. “Dia membuat sekretariat bersama dengan mencantumkan logo PBSI bersama logo organisasi lainnya, termasuk logo partai politik,” ujarnya lagi.

Kabid Organisasi dan Kelembagaan Tri Purnowidodo menambahkan, PBSI Sumut telah membuat secara rinci dan berurutan terkait kronologis penjatuhan sanksi pemberhentian terhadap keduanya.

“Kronologisnya cukup panjang, mulai dari soal keabsahan 6 klub, niat buat kejurkot (Medan) di GOR PBSI Sumut tapi belum minta izin, mempermasalahkan keabsahan surat Pengprov PBSI Sumut yang hanya ditandatangani Sekum dan sebagainya,” jelasnya.

“Jadi kami di Pengprov sudah melakukan bimbingan administrasi, validasi hingga klarifikasi, namun kami menilai mereka tidak kooperatif,” tambah Tri.

Ditambahkannya, kesalahan fatal mereka adalah membuat program penerbitan surat atau SK Klub dengan pembatasan periodesasi kepengurusan dari 2021-2023.

“Sebagaimana diatur dalam Pasal 35 ayat 4 berbunyi ‘masa bakti pengurus Perkumpulan (klub) diatur sendiri oleh Perkumpulan yang bersangkutan’. Artinya PBSI Medan tidak berhak menerbitkan SK klub dengan periodesasi,” tegas Tri.

Kabid Keabsahan dan SI PBSI Sumut, Supardi, menyangkan adanya periodesasi di SK Klub yang dibuat Pengkot PBSI Medan, sebab itu dapat merugikan para atlet.

“Akibatnya tentu akan merugikan atlet, otomatis ID Atlet itu akan hilang, ranking dan poin yang selama ini dikumpulkan atlet akan terhapus. Artinya atlet dimaksud akan memulai dari nol lagi. Tentu ini sangat merugikan atlet dan itu kesalahan yang fatal,” sesal Supardi.

Kusprianto kembali menambahkan, akibat sejumlah kesalahan yang dilakukan akhirnya Pengprov PBSI Sumut mengeluarkan keputusan melakukan pemberhentian Ali Yusran Gea dan Ahmad Haswin Nasution dari posisi Ketua dan Sekretaris Pengkot PBSI Medan.

“Keputusan pemberhentian langsung itu bukan berdasarkan individu, tapi kami sepakati dalan rapat pleno pengurus harian Pengprov PBSI Sumut pada 1 Oktober dan SK Pemberhentian itu dikeluarkan 7 Oktober. Sejak tanggal dikeluarkannya SK tersebut, keduanya tidak lagi menjabat sebagai Ketum dan Sekum PBSI Medan,” klaim Kusprianto.

“Jabatan pengurus lainnya masih tetap. Sementara untuk posisi yang kosong, terutama untuk Ketum PBSI Medan akan diganti sementara dengan caretaker. Dalam waktu dekat kami dari Pengprov akan mencari karteker yang maksud,” pungkasnya. (m08)

  • Bagikan