Waspada
Waspada » Kemenpora Minta Timnas Segera Latihan
Olahraga

Kemenpora Minta Timnas Segera Latihan

TIMNAS Indonesia diharapkan segera memulaikan pemusatan latihan. Pihak Kemenpora menilai menunda-nunda latihan bisa menimbulkan efek kurang baik. Antara

JAKARTA (Waspada): Hampir dua pekan para pemain Timnas Senior dan U-19 Indonesia berkumpul di Jakarta. Namun, sampai sekarang pasukan Shin Tae-yong belum juga memulai latihan perdana di Stadion Madya, Senayan.

Seyogyanya, kedua Timnas Indonesia tersebut latihan perdana pada 25 Juli, namun tidak jadi terealisasi dan diundur ke 1 Agustus 2020. Lagi-lagi agenda tersebut batal dilaksanakan.

Alasan Timnas Senior dan U-19 tak kunjung berlatih karena masih menunggu hasil dari swab test kedua yang dilakukan pada 30 Juli 2020. Tanpa adanya hal tersebut, Tae-yong kabarnya tidak mau memulai latihan.

Terkait hal ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta Timnas Senior dan U-19 harus segera melakukan latihan. Tak boleh lagi ada penundaan karena bisa menimbulkan efek yang kurang baik.

“Bahwasanya PSSI itu melakukan swab, itu kami hormati. Karena tidak ada gunanya mereka latihan kalau kondisi fisik terganggu atau seandainya ada satu atau dua yang kena itu mengganggu,” kata Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, Selasa (4/8).

“Poinnya, kalau sudah swab segera dimulai latihan. Karena MoU (bantuan fasilitas dari pemerintah) sudah. Kalau mundur-mundur kasihan Kemenpora dan PSSI, auditor melihat juga nanti. Bagaimana MoU sudah tanggal sekian, kok latihannya mundur-mundur. Kalau seandainya mundur jangan terlalu lama,” Gatot menambahkan.

Gatot menjelaskan hasil swab test tidak membutuhkan waktu yang panjang. Maka dari itu ia merasa heran jika penyebab timnas belum berlatih karena hal tersebut.

“Yang namanya swab menunggunya enggak terlalu lama, itu hitungannya cepat sekali, hitungan jam selesai, enggak usah nunggu berhari-hari, berminggu-minggu,” ucapnya.

Selain itu, Gatot turut mengomentari isu beberapa pemain yang positif terinfeksi virus corona. Ia mengingingkan PSSI tidak menutupinya bila kabar tersebut benar adanya.

“PSSI mungkin harus belajar dari tataran pemerintah. Presiden saja mengumumkan waktu pak Budi Karya (Menteri Perhubungan) 13 Maret positif (virus corona). Baru saja Gubernur Kepri terkena, enggak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

“Di kami tempo hari, orang Kemenpora ada yang positif. Belajar dari lingkungan bahwa itu bukan aib, tapi jangan terlalu lama mundur. Nanti prasangka, saling sangka satu sama lain,” ia menambahkan.

Sebelumnya. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan Timnas Senior dan U-19 masih menanti hasil tes usap (swab test) Covid-19 sebelum memulai latihan di lapangan.

“Kami masih menunggu hasil swab test yang dilakukan pada Kamis (30/7). Hasil swab test tidak bisa cepat karena total yang mengikuti banyak, hampir 100 orang (pemain dan ofisial),” ujar Iriawan dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (4/8).

Dia melanjutkan, instruksi untuk menunggu hasil tes usap itu datang dari Manajer Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Pria asal Korea Selatan itu ingin memastikan semua pemain dan ofisial dalam keadaan sehat ketika berkegiatan di lapangan.

Sambil menunggu hasil tes usap, Shin memberikan menu latihan dalam ruangan kepada para pemain. “Meski belum latihan di lapangan, pelatih Shin Tae-yong juga memberikan program latihan kepada pemain selama di hotel,” tutur Iriawan.

Ada 29 pemain Timnas Senior dan 46 pemain U-19 yang dipanggil Shin Tae-yong untuk TC tersebut. Saat ini, para pemain masih berada di Hotel Fairmont, Jakarta. Para pemain dilarang beraktivitas ke luar dari hotel selama mengikuti pemusatan latihan. (m18/goal/ant)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2