Waspada
Waspada » Jujitsu JFS Terapkan Prokes Di Masa Pandemi
Olahraga

Jujitsu JFS Terapkan Prokes Di Masa Pandemi

Dok.Waspada

MEDAN (Waspada): Jujitsu Fighter Sumut (JFS) tetap eksis membina jujitsan selama pandemi melanda Tanah Air. Pembinaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) untuk mendukung program pemerintah mempersempit penyebaran Covid-19.

“Sejak Maret hingga Agustus lalu, kegiatan JFS berupa latihan dihentikan karena wabah Covid-19. Hal ini sesuai anjuran pemerintah agar masyarakat berdiam diri di rumah sebagai upaya mematahkan mata rantai penyebaran Covid-19.

Namun selama berdiam diri di rumah, para jujitsan tetap diminta berlatih mandiri secara virtual yang dipantau pelatih,” ujar Ketua Harian JFS, Andi P Koesno (foto) didampingi Ketua Dewan Pelatih Syaiful Bahri Nasution, Kamis (19/11).

Lebih lanjut Andi mengatakan, mulai September para jujitsan akhirnya kembali latihan bersama di dojo masing-masing. Sesuai instruksi JFS, pelatih harus memberikan arahan tentang protokol kesehatan saat latihan seperti wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

“Latihan yang diberikan mulai dari kriteria ringan sampai sedang. Bentuk latihan yang diberikan pun beragam, baik untuk membentuk power jujitsan maupun ketahanan stamina para atlet. Namun tidak kalah penting dari itu tetap menerapkan Prokes,” tambahnya.

Penyandang DAN VI ini menyebutkan masa pandemi saat ini tidak harus jadi penghambat jujitsan untuk jaga kondisi. Oleh sebab itu jujitsan perlu mengisi kekosongan waktu dengan latihan mandiri agar kondisi tetap prima di masa pandemi berupa kegiatan lain yang masih terkait olahraga dengan latihan di dojo masing-masing.

“Pandemi Covid-19 tak harus surutkan semangat para jujitsan mntuk melatih kemampuan diri. Namun, bagi jujitsan yang melanggar Prokes dikenakan sanksi berupa sit up dan push up. Sanksi ini diberikan agar para jujitsan tetap disiplin untuk menerapkan Prokes.

Sekretaris JFS, M Amri Nasution SE MSi menjelaskan untuk saat ini ada 10 dojo di Kota Medan yakni Dojo Tirtanadi, Remesta Polonia, As Salam, Lukmanul Hakim, Al Istiqomah,  Dojo Khusus SDH, Maher Palece, Gelora Sunggal, Batang Kuis dan AK Dojo.

Pria yang menjabat Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undhar Medan ini menambahkan, untuk kabupten/kota yang telah terbentuk Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, Tapteng, Madina, Deliserdang, Gunung Sitoli, Padangsidimpuan dan Medan.

“JFS selama pandemi memantau latihan para jujitsan di kabupaten/koto secara virtual untuk mengetahui pembinaan yang dilakukan. Kita imbau pengurus JFS kabupaten/kota untuk disiplin menerapkan Prokes saat latihan maupun dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penerapan Prokes ini agar para jujitsan tidak tertular dari paparan Covid-19”, tutup Amri (m18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2