Waspada
Waspada » Jovic Minta Maaf Abaikan Aturan Isolasi
Olahraga

Jovic Minta Maaf Abaikan Aturan Isolasi

Goal
Goal

MADRID (Waspada): Penyerang Real Madrid Luka Jovic (foto), meminta maaf karena mengabaikan aturan isolasi di Serbia, namun dia juga mengklaim tidak mendapatkan instruksi-instruksi yang jelas.

“Pertama-tama, saya meminta maaf karena menjadi topik utama belakangan ini. Saya menjadi pokok pemberitaan, bukannya pahlawan di masa krisis ini seperti para dokter dan semua petugas medis profesional,” tulis Jovic melalui akun Instagramnya, seperti dikutip Jumat (20/3).

Bomber berumur 22 tahun itu pulang kampung ke Serbia setelah Liga Spanyol dihentikan akibat pandemi COVID-19. Namun dia kedapatan berpesta di jalanan Beograd, saat merayakan ulang tahun kekasihnya.

Jovic mengatakan bahwa dia telah menjalani tes COVID-19 di Spanyol dan hasilnya adalah negatif. Berdasarkan hasil itu, dia pulang ke Serbia untuk bertemu keluarganya dengan seizin Real Madrid.

Dia kemudian kembali menjalani tes COVID-19 di Serbia, yang lagi-lagi hasilnya negatif.

“Sangat disayangkan terdapat beberapa orang yang tidak melakukan pekerjaannya dengan profesional, dan tidak memberi instruksi-instruksi yang tepat perihal bagaimana bertindak saat mengisolasi diri sendiri kepada saya,” dalih Jovic.

“Di Spanyol, saya diizinkan pergi ke apotek dan pasar swalayan saat saya perlu membeli barang-barang yang saya butuhkan. Hal itu tidak terjadi di (Serbia) sini,” tambahnya.

Pemain Serbia lainnya yang berkarier di luar negeri, Nikola Ninkovic, pun dilaporkan melanggar instruksi isolasi. Ninkovic merupakan pemain klub Serie B Italia Ascoli.

Sikap bengal para pemain itu membuat Presiden Serbia Aleksandar Vucic marah serta berjanji akan menahan mereka.

“Para pemuda itu adalah jutawan, maka mereka berpikir dapat melakukan segalanya. Tidak, Anda tidak dapat melakukan segalanya,” kecam Vucic.

“Semua orang akan dihukum dengan pantas, semua orang yang melanggar hukum. Hal termudah adalah menghukum mereka,” ujarnya lagi.

Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic ikut mengecam Jovic yang sebenarnya disarankan untuk tidak kembali ke negaranya dalam upaya untuk menghentikan penyebaran Virus Corona, yang telah menginfeksi lebih dari 225.000 orang di seluruh dunia.

“Kami mendapatkan contoh yang buruk dari para pemain sepakbola kami yang dibayar dengan sangat tinggi, karena mengabaikan isolasi diri setelah kembali ke rumah,” sindir Brnabic. (m15/rtr)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2