Jagoan Honda Tetap Favorit Juara - Waspada

Jagoan Honda Tetap Favorit Juara

  • Bagikan
Box Repsol
Box Repsol

AALST (Waspada): Pembalap penguji Repsol Honda, Stefan Bradl (foto kiri), tetap memfavoritkan juara dunia Marc Marquez (foto kanan) sebagai calon kampiun MotoGP 2020.

Bradl tahu persis, Jagoan Honda itu punya kualitas dan pengalaman luar biasa untuk mengatasi masalah pemulihannya pasca operasi dari cedera bahu kanan. Akibat problem itu pula, Marquez gagal menembus posisi lima besar pada dua tes pramusim di Sirkuit Sepang (Malaysia) da Sirkuit Losail (Qatar).

“Ya tentu saja (Marquez favorit). Dia merupakan juara dunia dan favorit pertama untuk gelar ini,” beber Bradl, seperti dikutip dari Tutto Motori Web, Minggu (8/3).

“Dia tetap melakukan tes pramusim dengan tenang, padahal bahunya dioperasi. Saya pikir dia memiliki begitu banyak kesuksesan dan pengalaman dengan Honda,” katanya menambahkan.

Juara dunia enam kali di arena MotoGP itu tampak masih kesulitan memacu motor RC213V miliknya, karena belum pulih 100 persen dari operasi cedera bahu kanan. Tapi menurut Bradl, Marquez masih menahan diri demi menghindari resiko cedera susulan.

Dia pun menilai superstar berjulukan The Baby Alien alias Si Bayi Ajaib itu punya keuntungan tersendiri dengan keputusan Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP 2020 yang telah membatalkan seri perdana yang seharusnya berlangsung pada 8 Maret di Sirkuit Losail, Qatar.

Dorna kemudian membatalkan lagi balapan seri kedua di Sirkuit Buriram, Thailand, keduanya karena terkait wabah virus corona. MotoGP Thailand sudah diputuskan mundur menjadi 4 Oktober 2020.

Balapan perdana MotoGP musim ini dengan demikian baru akan berlangsung di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, 5 April mendatang. Pada balapan tersebut seharusnya kondisi bahu kanan Marquez sudah lebih baik, sehingga bisa mengeluarkan kemampuan maksimalnya.

Hanya saja GP Amerika Serikat pun berada di bawah bayang-bayang penundaan atau bahkan pembatalan. Sebab Walikota Austin Steve Adler dan Hakim Sarah Eckhardt, telah menginformasikan bahwa hingga akhir pekan ini sudah ada 17 kasus virus korona di Texas.

Tidak ada kasus corona yang terjadi di Austin, tetapi penyelenggaraan GP Amerika Serikat sekarang dipertanyakan demi menghindari penularannya.

Bahkan ada rencana memperketat aturan untuk acara-acara besar yang akan mengumpulkan lebih dari 2.500 orang dalam satu tempat. Hal itu dilakukan untuk mencegah virus korona masuk ke Austin.

“Ini data dan keputusan yang digerakkan oleh kesehatan masyarakat yang memungkinkan bagi kami untuk bersiap dalam segala peristiwa,” ucap Eckhardt.

Tapi jika pihak penyelenggara bisa menunjukkan kesiapannya menangani penyebaran penyakit menular itu kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Austin, maka acara bisa tetap digelar. (m15/tmw)

  • Bagikan